BATUSANGKAR,mimbarnasional – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas banjir Sumatera Barat di Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, terus dikebut. Sebanyak 79 unit rumah yang dibangun di kawasan tersebut kini memasuki tahap akhir pengerjaan dan ditargetkan rampung pada November 2026.
Direktur Utama PT Nindya Karya (NK), Firmansyah, memastikan pembangunan huntap berjalan sesuai target saat meninjau lokasi pada Minggu (13/9/2026).
Ia menyebut progres pembangunan 79 unit huntap tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.
“79 unit sudah 70 persen kelar, on the track. Saya minta November sudah selesai,” ujar Firmansyah saat meninjau huntap, Minggu sore.
Huntap tersebut dibangun untuk masyarakat yang terdampak banjir Sumbar pada November 2025. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan pada Maret 2026 oleh COO Danantara.
Dari tampilan fisiknya, huntap Rambatan disebut berbeda dari hunian tetap pada umumnya. Bangunan terlihat seperti rumah permanen sederhana dengan desain yang dinilai cukup menarik dan kokoh.
Dinding rumah menggunakan paving block produksi PT Semen Padang. Sementara bagian atap menggunakan rangka baja ringan yang telah terpasang dengan rapi.
Praktisi bangunan Bob Ihsan yang ikut melihat langsung pembangunan tersebut menilai kualitas dan tampilan huntap Rambatan cukup menonjol.
“Tidak kentara sekali seperti huntap. Justru kesannya rumah sederhana, megah, dan cantik, dengan dinding paving block produk PT Semen Padang. Lalu, rangka baja ringan atap terpasang kokoh dan rapi. Huntap Rambatan ini beda,” kata Bob.
Menurutnya, konsep pembangunan tersebut membuat huntap tidak sekadar menjadi tempat tinggal sementara bagi penyintas bencana, tetapi dirancang layaknya rumah yang nyaman untuk ditempati dalam jangka panjang.
Dewan Pengawas LKBN Antara, Adrian, yang turut meninjau lokasi, mengatakan pembangunan huntap menjadi salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah dan BUMN dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Ia menilai pekerjaan yang diperuntukkan bagi masyarakat harus dilakukan dengan kesungguhan.
“Untuk masyarakat, pimpinan negara kita selalu mengingatkan, bekerjalah dengan sepenuh hati, jangan setengah-setengah. Terbukti, Nindya Karya bisa di huntap ini dan di proyek penugasan lain,” ujar Adrian.
Dengan progres yang kini berada di kisaran 70 persen, pembangunan 79 unit huntap Rambatan ditargetkan selesai pada November 2026. Setelah rampung, hunian tersebut diharapkan segera dapat ditempati para penyintas banjir Sumbar.(*)







