BI dan Bulog Gencarkan Gerakan Pangan Murah di Sumbar, Ini Lokasinya

PADANG,mimbarnasional – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang September 2026. Program ini digelar untuk menjaga pasokan sekaligus menekan harga pangan di Sumatera Barat.

GPM dimulai Jumat (11/9/2026) di Pasar Raya Padang. Kegiatan ini digelar setelah seluruh wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumbar mengalami inflasi bulanan pada Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Kabupaten Pasaman Barat mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,46% secara bulanan atau month to month (mtm). Kemudian Kota Bukittinggi 0,20%, Kabupaten Dharmasraya 0,11%, dan Kota Padang 0,10%.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan pengendalian inflasi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, BI, Bulog, dan berbagai pihak terkait.

“Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu bentuk sinergi Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan Perum Bulog dalam mendukung keterjangkauan harga serta akses masyarakat terhadap komoditas pangan,” kata Majid dalam keterangannya, Jumat (11/9).

Menurutnya, GPM juga menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai Rupiah dan penggunaan pembayaran digital yang aman.

GPM Digelar di 4 Wilayah

GPM akan digelar di sejumlah wilayah Sumbar yang menjadi lokasi penghitungan IHK. Berikut jadwalnya:

  • 11 dan 14 September: Pasar Raya Padang
  • 13 September: Car Free Day (CFD) Kota Padang
  • 15 September: Pasar Nanggalo, Padang
  • 22 September: Pasar Tradisional Kabupaten Pasaman Barat
  • 24-25 September: Pasar Atas Kota Bukittinggi
  • 28-29 September: Pasar Tradisional Kabupaten Dharmasraya

Komoditas yang menjadi fokus pengendalian harga antara lain cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras. Komoditas tersebut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap pergerakan inflasi pangan.

Sementara itu, Bulog memastikan stok beras, minyak goreng, dan gula pasir dalam kondisi aman dan memadai.

Ada Penukaran Uang dan Layanan QRIS

Tak hanya menjual kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, masyarakat yang datang ke lokasi GPM juga dapat memanfaatkan sejumlah layanan dari BI.

Di antaranya layanan penukaran uang Rupiah, edukasi pembayaran digital menggunakan QRIS, serta sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.

BI juga menyiapkan suvenir, termasuk komoditas cabai merah dan bawang merah.

BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengimbau masyarakat memanfaatkan GPM secara tertib dan membeli sesuai kebutuhan.

Program tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga dan perekonomian di Sumatera Barat.(*)

Pos terkait