PADANG,mimbarnasional – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memperkuat pengawasan keselamatan di perlintasan sebidang melalui kegiatan Tilik Petugas Jaga Lintasan (PJL).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan petugas yang berjaga di perlintasan menjalankan tugas sesuai standar keselamatan sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.
Tilik PJL menjadi bagian dari program peningkatan keselamatan KAI Divre II Sumatera Barat yang dilakukan secara rutin setiap Sabtu. Kegiatan melibatkan pimpinan unit dan jajaran manajemen dari berbagai unsur, tidak hanya bidang operasional dan teknis, tetapi juga administrasi.
Dalam pelaksanaannya, Tilik PJL dibagi menjadi lima kelompok yang mengusung nilai budaya kerja CITAR, yakni Commitment, Integrity, Teamwork, Accountability, dan Responsibility.
Setiap kelompok terdiri dari sedikitnya lima orang dan melakukan pemeriksaan di minimal tiga lokasi perlintasan maupun fasilitas terkait.
Salah satunya dilakukan Kelompok Integritas yang melakukan pemeriksaan di Stasiun Pauh Lima, JPL 08 Koto Luar, dan PJL 07 Pauh Lima.
Pemeriksaan dilakukan dengan melihat langsung kesiapan petugas, kondisi lingkungan, serta fasilitas pendukung keselamatan di lokasi.
Sejumlah aspek yang diperiksa meliputi kehadiran dan kesiapan PJL, kelengkapan peralatan keselamatan, kondisi pos jaga, pemahaman petugas terhadap prosedur kerja, hingga pelaksanaan pengamanan saat kereta api akan melintas.
Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya, mengatakan pengawasan langsung diperlukan agar standar keselamatan yang telah ditetapkan tidak hanya menjadi aturan tertulis, tetapi benar-benar diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional KAI. Karena itu, kami perlu memastikan secara langsung bahwa prosedur yang telah ditetapkan benar-benar dilaksanakan di lapangan,” ujar Lutfi.
Menurut dia, Tilik PJL juga menjadi sarana bagi manajemen untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan, menemukan potensi risiko, serta mengambil langkah perbaikan secara cepat dan tepat.
“Kami ingin membangun budaya keselamatan yang kuat melalui kepedulian dan kepekaan seluruh jajaran. Setiap orang harus mampu mengenali potensi risiko di lingkungan kerjanya, menyampaikan temuan, dan memastikan tindak lanjutnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, mengatakan kesiapan petugas dan fasilitas perlintasan perlu diperiksa secara berkala karena PJL memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.
“PJL memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Karena itu, kesiapan personel, penguasaan prosedur, serta kondisi fasilitas pendukung perlu dipastikan secara berkala,” ujar Reza.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan Tilik PJL tidak hanya dicatat, tetapi juga didokumentasikan dan diteruskan kepada unit terkait untuk ditindaklanjuti.
Tindak lanjut dapat berupa perbaikan fasilitas, penyempurnaan pelaksanaan tugas, maupun pembinaan terhadap petugas apabila ditemukan hal-hal yang perlu diperbaiki.
“Setiap catatan di lapangan harus menghasilkan tindak lanjut. Hasil Tilik PJL menjadi bagian dari proses evaluasi manajemen untuk memastikan perbaikan benar-benar dilaksanakan,” jelasnya.
Selain Tilik PJL, KAI Divre II Sumatera Barat terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Di antaranya melalui pemeriksaan rutin, pembinaan petugas, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.
KAI juga mengimbau masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang agar selalu berhati-hati. Pengguna jalan diminta berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.
Masyarakat juga diminta mematuhi rambu lalu lintas dan tidak menerobos ketika kereta api akan melintas.
KAI Divre II Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan guna menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan andal bagi masyarakat.(*)







