Tak Sekadar Pameran, SCF 2026 Buka Jalan UMKM Sumbar ke Pasar Global

PADANG,mimbarnasional – Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026 resmi ditutup pada Minggu (30/8/2026). Festival yang digelar Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah daerah selama tiga hari itu mencatat transaksi dan komitmen usaha sementara mencapai Rp2,745 miliar.

Penutupan SCF 2026 berlangsung di Hotel Pangeran Beach, Padang, dan ditutup Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.

Bacaan Lainnya

Dari total tersebut, penjualan langsung selama tiga hari mencapai Rp917.762.200. Rinciannya, Rp289.908.800 pada hari pertama, Rp375.989.900 pada hari kedua, dan Rp251.863.500 pada hari ketiga.

Selain penjualan langsung, penjualan daring sepanjang Agustus hingga pelaksanaan SCF tercatat Rp1.337.300.000. Dengan demikian, total penjualan langsung dan daring sementara mencapai Rp2.255.062.200.

SCF 2026 juga menghasilkan Letter of Intent (LOI) atau komitmen transaksi dengan buyer asal Taiwan senilai Rp490.800.000.

Jika digabungkan, total penjualan langsung, penjualan daring, dan LOI mencapai Rp2.745.862.200. Angka tersebut masih akan diperbarui setelah seluruh transaksi dan rekapitulasi hari ketiga rampung.

Buka Akses Pasar UMKM

Kepala Perwakilan BI Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan SCF bukan sekadar ajang pameran dan penjualan produk UMKM.

Menurutnya, festival tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Sumbar memperkuat bisnis, memperluas pasar, hingga menembus pasar ekspor.

“SCF 2026 tidak berhenti pada kegiatan pameran dan penjualan produk. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses membawa UMKM dari produk yang baik menjadi bisnis yang kuat, dari pasar lokal menuju pasar yang lebih luas, serta dari potensi menjadi prestasi,” ujar Majid.

Ia menyebut capaian transaksi dan komitmen dengan buyer Taiwan menjadi salah satu indikator bahwa produk unggulan Sumbar memiliki peluang untuk masuk ke rantai perdagangan global.

SCF 2026 mengusung tema “Creative Culture for Digital and Sustainable Future: Mendorong Daya Saing Ekonomi Kreatif Sumatera Barat Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”

Lebih dari 60 UMKM ikut ambil bagian dalam festival tersebut. Produk yang ditampilkan antara lain wastra, fesyen, kriya, makanan dan minuman olahan, kopi, teh, hingga produk kreatif berbasis keberlanjutan.

Selain transaksi, pengunjung juga mendapat edukasi mengenai QRIS, Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pelindungan konsumen, ekonomi dan keuangan syariah, literasi keuangan, serta transformasi digital UMKM.

Dihadiri Ribuan Pengunjung

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 2.000 orang pada hari pertama dan diperkirakan sekitar 2.000 orang pada hari kedua.

Artinya, sekitar 4.000 orang telah menghadiri SCF selama dua hari pertama. Jumlah pengunjung pada hari penutupan masih dalam proses rekapitulasi.

Rangkaian kegiatan SCF 2026 meliputi SCF Fair, SCF Forum, SCF Competition, serta entertainment and cultural performance.

Sejumlah kegiatan juga digelar, mulai dari talkshow dan lokakarya, business matching, kompetisi paduan suara, lomba menggambar dan mewarnai, Bankers Competition, Fashion Show Competition, hingga pertunjukan seni dan budaya.

Pada hari terakhir, masyarakat juga mengikuti Fun Walk SCF 2026 serta talkshow kesehatan bersama dr. Reisa Broto Asmoro.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam pelaksanaan SCF 2026.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, BI, pelaku usaha, perbankan, akademisi, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat untuk meningkatkan daya saing UMKM dan menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sumbar.

Melalui semangat “Dari Nagari untuk Negeri”, BI Sumbar menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas usaha, digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga fasilitasi ekspor.

SCF 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi pintu masuk bagi produk unggulan Sumbar untuk semakin berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun global.(*)

Pos terkait