JAKARTA,mimbarnasional – Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai tidak cukup diukur dari jumlah koperasi yang terbentuk atau banyaknya bangunan dan gerai yang telah selesai dibangun.
Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh menilai keberhasilan program strategis pemerintah tersebut harus dilihat dari sejauh mana koperasi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa.
“Yang paling penting adalah apakah koperasi tersebut benar-benar hidup, memiliki aktivitas usaha, mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memberikan manfaat ekonomi bagi desa,” kata Rahmat di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, KDMP yang mulai memasuki tahap operasionalisasi dan evaluasi kinerja sejak Agustus 2026 harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM). Pemerintah juga telah menyiapkan pelatihan, termasuk bagi calon manajer koperasi.
Rahmat meminta Kementerian Koperasi memastikan tata kelola KDMP dilakukan secara profesional dan transparan. Menurutnya, koperasi jangan hanya menjadi lembaga administratif atau sekadar memiliki bangunan tanpa model bisnis yang jelas.
“Pengurus dan manajer juga harus kompeten, memahami bisnis, serta mampu mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan koperasi,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar KDMP terhubung dengan ekosistem ekonomi nasional melalui kerja sama dengan BUMN, perbankan, lembaga pembiayaan, UMKM, petani, nelayan, hingga pelaku usaha lokal.
Dengan konektivitas tersebut, koperasi diharapkan dapat berperan sebagai agregator produksi sekaligus memperkuat rantai pasok dari desa hingga pasar nasional.
Ukur dari Omzet dan Transaksi
Rahmat menilai dukungan pemerintah berupa modal maupun fasilitas juga harus diarahkan untuk kegiatan yang produktif.
“Setiap rupiah dukungan pemerintah harus menghasilkan aktivitas ekonomi. Kita ingin melihat berapa omzet koperasi, berapa transaksi yang terjadi, berapa UMKM yang terlibat, berapa masyarakat yang memperoleh manfaat, dan berapa kontribusinya terhadap perekonomian desa,” katanya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah memiliki indikator keberhasilan KDMP yang terukur. Evaluasi tidak cukup hanya berdasarkan jumlah koperasi yang berdiri, tetapi juga harus melihat kinerja bisnis dan manfaat ekonominya bagi masyarakat.
“Kita ingin Koperasi Merah Putih menjadi pusat ekonomi desa, bukan sekadar pusat administrasi,” tegas Rahmat.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut pada akhirnya ditentukan oleh seberapa banyak masyarakat desa yang ekonominya tumbuh melalui keberadaan koperasi.
“Dengan ukuran tersebut, keberadaan koperasi dapat dinilai dari aktivitas usaha nyata, manfaat yang dirasakan warga, serta kontribusinya terhadap ekonomi desa secara berkelanjutan dan kinerja bisnisnya,” pungkasnya.(*)







