PADANG,mimbarnasional – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Barat mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp845,1 miliar hingga 31 Mei 2026. Capaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp761,1 miliar.
Kepala Bapenda Sumbar, Al Amin, mengatakan peningkatan pendapatan itu didorong oleh tingginya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor serta berbagai inovasi pelayanan yang memudahkan wajib pajak.
Hal itu disampaikan Al Amin saat meninjau layanan Samsat Keliling di kawasan Pondok, Kota Padang, Selasa (2/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala UPTD Samsat Padang, Defrizal, Kasubag Tata Usaha Herry Pratama, serta Kasi Penarikan Rudi.
“Kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor sangat luar biasa. Di sisi lain, kami terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai program jemput bola,” kata Al Amin.
Menurut dia, pendapatan daerah tersebut berasal dari sejumlah sektor pajak, mulai dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan, Pajak Rokok, Pajak Alat Berat, hingga opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
Al Amin mengatakan strategi mendekatkan pelayanan kepada masyarakat terbukti efektif meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Salah satunya melalui layanan Samsat Keliling yang hadir langsung di tengah masyarakat.
“Hari ini kami berada di Pondok. Masyarakat tidak perlu datang ke kantor Samsat untuk membayar pajak. Kami yang hadir mendekatkan pelayanan kepada mereka,” ujarnya.
Selain Samsat Keliling, Bapenda Sumbar juga mengoperasikan sejumlah layanan lain seperti Samsat Jumat Beribadah, Samsat Malam Minggu, dan Samsat Every Day guna memperluas jangkauan pelayanan.
Bapenda Sumbar tahun ini dibebani target pendapatan sebesar Rp2,7 triliun. Hingga akhir Juni, realisasi pendapatan diperkirakan mencapai Rp1,16 triliun.
Meski target yang harus dicapai masih cukup besar, Al Amin mengaku optimistis penerimaan daerah hingga akhir tahun dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Kalau melihat tren yang ada sekarang, kami optimistis target pendapatan yang dibebankan kepada Bapenda Sumbar dapat tercapai,” katanya.(*)







