PADANG,mimbarnasional – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat tak hanya memperkuat edukasi keselamatan di perlintasan kereta api, tetapi juga menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp72,85 juta kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang tidak bisa hanya dibebankan kepada operator kereta api. Menurutnya, pemerintah, pengguna jalan, dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menekan angka kecelakaan.
“Keselamatan di perlintasan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI sebagai operator, tetapi juga pemerintah sebagai regulator dan masyarakat sebagai pengguna jalan. Kepatuhan terhadap aturan dan meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan potensi kecelakaan,” kata Reza dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Sebagai upaya membangun budaya keselamatan, KAI Divre II Sumbar secara rutin menggelar sosialisasi di sekolah-sekolah yang berada di sekitar jalur kereta api. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai bahaya beraktivitas di sekitar rel, pentingnya mematuhi rambu dan sinyal perkeretaapian, hingga tata cara melintasi perlintasan sebidang dengan aman.
Selain edukasi, KAI juga melakukan berbagai langkah mitigasi di lapangan, seperti menutup perlintasan liar yang tidak memenuhi ketentuan, memasang banner keselamatan di titik-titik rawan, serta menggelar sosialisasi di perlintasan resmi yang dijaga maupun tidak dijaga.
Reza menilai kombinasi antara edukasi dan penanganan titik rawan menjadi strategi penting untuk membangun kesadaran masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami ingin membangun budaya selamat, bukan hanya meningkatkan kewaspadaan sesaat. Ketika masyarakat memahami risikonya dan fasilitas keselamatan terus diperkuat, maka potensi kecelakaan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Di sisi lain, KAI Divre II Sumbar juga menyalurkan bantuan TJSL berupa sarana olahraga, sarana ibadah, dan sarana kebersihan dengan total nilai Rp72.850.000.
Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah penerima, di antaranya Gereja Katolik Kristus Bangkit Pasar Usang berupa pengeras suara, Masjid Hidayah Sungai Buluh Batang Anai berupa sarana ibadah, SSB Sungai Abang Lubuk Alung berupa perlengkapan olahraga sepak bola, serta sejumlah nagari, kelurahan, dan kelompok masyarakat yang menerima mesin potong rumput, alat semprot pertanian, dan tong sampah.
Menurut Reza, program TJSL menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara KAI dengan masyarakat di sekitar jalur operasional.
“Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keselamatan di sekitar jalur kereta api. KAI berkomitmen terus hadir melalui program-program yang memberi nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Ketua Kelompok Masyarakat Pemuda Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Boy, mengapresiasi perhatian KAI kepada masyarakat yang tinggal di sekitar rel.
Ia menilai bantuan yang diberikan bermanfaat untuk mendukung kegiatan lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap keselamatan di perlintasan kereta api.
“Kami siap mendukung upaya KAI dalam membangun budaya keselamatan karena keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.(*)







