MEDAN,mimbarnasional – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap aman dan distribusi kepada masyarakat berjalan lancar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penguatan monitoring dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah operasional agar setiap dinamika di lapangan dapat segera direspons.
“Kami terus memperkuat monitoring di seluruh wilayah operasional Regional Sumbagut. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada wilayah yang sebelumnya mengalami peningkatan kebutuhan maupun penyesuaian distribusi, tetapi juga di seluruh area layanan agar keandalan pasokan BBM tetap terjaga dan masyarakat dapat terus memperoleh layanan energi secara optimal,” kata Fahrougi dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).
Di Aceh, Pertamina mengoptimalkan operasional di Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah jam operasional terminal dari rata-rata delapan jam menjadi 14 jam per hari, termasuk pada hari Minggu.
Selain itu, frekuensi pengiriman mobil tangki juga ditingkatkan hingga sekitar 65 persen untuk mempercepat distribusi BBM. Pertamina juga menerapkan skema alih suplai antarterminal guna menjaga ketersediaan pasokan di wilayah tersebut.
Sementara di Riau, Pertamina terus memantau kondisi stok BBM serta memastikan distribusi melalui jalur logistik utama, termasuk Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), berjalan lancar. Jalur tersebut menjadi salah satu koridor utama pengiriman BBM menuju Fuel Terminal dan SPBU.
Adapun di Kepulauan Riau, Pertamina memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan penyaluran ke seluruh SPBU berlangsung normal. Monitoring dilakukan secara berkelanjutan mengingat karakteristik wilayah kepulauan yang membutuhkan pengawasan distribusi lebih intensif.
Menurut Fahrougi, selain memperkuat pengawasan di lapangan, Pertamina juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan para pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kelancaran distribusi energi.
“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga keandalan distribusi energi. Pertamina akan terus melakukan evaluasi dan langkah-langkah antisipatif agar masyarakat tetap memperoleh layanan energi yang aman, lancar, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pertamina memastikan pasokan BBM di wilayah Regional Sumbagut berada dalam kondisi aman. Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan di SPBU resmi Pertamina dan tidak melakukan panic buying.(*)







