PADANG,mimbarnasional – Menjelang Angkutan Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memastikan kesiapan operasional layanan kereta api. Salah satu fokus utama yang dilakukan adalah peningkatan perawatan sarana perkeretaapian guna menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan selama masa Lebaran.
Berbagai unit perawatan seperti Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memegang peran strategis dalam menjaga keandalan lokomotif, kereta, dan gerbong melalui program perawatan berkala.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan seluruh unit tersebut berkontribusi besar dalam memastikan sarana siap dioperasikan sesuai standar.
“Balaiyasa Padang, Depo Lokomotif dan Depo Kereta Padang, serta Depo Gerbong Kelas B Bukit Putus memiliki kontribusi besar dalam memastikan kesiapan sarana operasional kereta api. Seluruh perawatan dilakukan secara rutin agar keandalan armada tetap terjaga dan operasional berjalan lancar di wilayah Divre II Sumbar,” ujar Reza.
Sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan, KAI Divre II Sumbar secara konsisten menerapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya pemeliharaan preventif melalui perawatan rutin sebelum sarana dioperasikan, pengembangan kompetensi sumber daya manusia lewat pelatihan dan sertifikasi teknisi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memantau jadwal dan progres perawatan secara terintegrasi.
Reza menjelaskan, seluruh perawatan periodik dilaksanakan sesuai rencana dan jadwal yang telah ditetapkan agar setiap sarana dapat beroperasi secara optimal tanpa hambatan teknis.
“Perawatan sarana tidak hanya bertujuan menjaga keandalan operasional, tetapi juga menjadi elemen penting dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Sarana yang dirawat sesuai standar akan mengurangi potensi gangguan teknis selama perjalanan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar dalam layanan perkeretaapian. Karena itu, setiap proses perawatan, pemeriksaan, hingga ramp check dilakukan secara ketat agar seluruh armada dinyatakan layak operasi.
Selain perawatan rutin, manajemen KAI Divre II Sumbar juga melakukan inspeksi langsung ke sejumlah titik operasional, seperti emplasemen Stasiun Padang, Depo Lokomotif Padang, Depo Kereta Padang, serta lokasi stabling lainnya. Pemeriksaan mencakup kebersihan sarana, kondisi sistem pendingin udara, hingga kelengkapan peralatan keselamatan seperti palu pemecah kaca darurat dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Dalam mendukung optimalisasi perawatan, KAI Divre II Sumbar juga melengkapi sarana dengan fasilitas darurat, termasuk rerailing jack equipment untuk penanganan anjlokan. Digitalisasi turut dikembangkan melalui pemasangan dashboard pemantauan real-time di depo serta penerapan checksheet digital dalam proses pemeriksaan sarana.
Berbagai peningkatan fasilitas depo juga dilakukan secara bertahap, seperti normalisasi dimensi balok tumpuan untuk penggunaan rerailing jack, peningkatan kualitas peralatan otomatis, serta kalibrasi alat ukur secara berkala guna memastikan standar perawatan tetap terjaga.
“Melalui berbagai langkah tersebut, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api, khususnya dalam menghadapi masa libur Idul Fitri 1447 H,” pungkas Reza.(*)







