Penulis: Jona Kaysa Putri
Dhea Anantha Sari, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris angkatan 2022 Universitas Andalas, Sumatera Barat, berhasil menjadi finalis dalam kompetisi Duta Pariwisata Indonesia 2024 setelah mengikuti proses audisi yang ketat sejak bulan April lalu. Ia menjadi salah satu dari 52 finalis di Indonesia. Berada di 15 besar adalah kehormatan terbesar dalam hidupnya, menjadikannya panutan pariwisata sebagai perwakilan Sumatera Barat di tingkat nasional.
Dhea Anantha Sari secara efektif menyampaikan aspirasi dan dedikasinya pada sektor pariwisata, dengan tujuan untuk menjadi panutan yang dapat terus mengembangkan keberlanjutan destinasi wisata yang kaya akan sejarah namun seringkali terabaikan dan hanya dikenal karena keindahannya saja. Ia mengungkapkan harapannya bahwa literasi dan digitalisasi dapat menjadi aspek pemandu untuk melestarikan sejarah ini di era modern. Ia juga mendorong generasi muda untuk mengeksplorasi dan mempromosikan pariwisata secara kreatif. Dalam pidatonya, Dhea mengatakan, “Indonesia selalu menjadi pilihan wisatawan dari seluruh dunia sebagai the wonderful Indonesia, dan kita bisa mewujudkannya melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, dimulai dari kita sebagai generasi muda, alam takambang jadi guru, jo manjapuik rang mudo nan mainspirasi untuak nagari.”
Selain itu, Dhea juga memberikan contoh dari daerahnya sendiri. Dalam presentasi ekonomi kreatif, Dhea memilih untuk menampilkan sebuah usaha kreatif dari daerahnya, yaitu Selendang Koto Gadang dari sebuah desa bernama Koto Gadang di Agam, Sumatera Barat. Ia menyoroti Selendang Koto Gadang sebagai salah satu usaha kecil dan menengah (UMKM) yang terus berkembang. Dhea mempresentasikan produk ini dengan menekankan daya saing dan kualitasnya yang tinggi.
“Selendang Koto Gadang saat ini lebih banyak dipakai oleh orang dewasa dan orang tua, dan sayangnya sangat sedikit anak muda yang menyadari bahwa selendang ini sarat akan sejarah dan harus dijaga kelestariannya di tengah generasi muda yang kurang mengenal warisan budayanya. Selendang Koto Gadang harus menjadi mode bagi kaum muda sambil tetap menjaga makna historisnya, dan saya berharap kaum muda harus berpartisipasi dalam produksinya, karena dalam sejarahnya, perempuanlah yang memulai kerajinan menjahit selendang ini, sementara laki-laki mengambil alih kerajinan perak di Koto Gadang.” Kata Dhea.
Sebelumnya, pemilihan Duta Pariwisata Indonesia berlangsung dari tanggal 26 hingga 30 September 2024. Pemusatan karantina diadakan di Hotel Ululani, Bali, dan Grand Final berlangsung di Nusa Dua Theater Devdan Show. Dhea berhasil melewati setiap tahapan dengan sempurna, mulai dari persiapan sebelum pemusatan latihan hingga malam grand final. Hari pertama pemusatan latihan dimulai dengan upacara penyematan selempang dan pidato, diikuti dengan latihan koreografi tari untuk penampilan para finalis. Agenda selanjutnya meliputi pengambilan foto dan video, wawancara mendalam, presentasi UMKM, tantangan travelling, dan grand final yang diakhiri dengan upacara perpisahan. Dhea menyelesaikan semua kegiatan dengan sukses.
Selama mengikuti pemilihan Duta Pariwisata Nasional, setiap langkah yang diambil Dhea dievaluasi oleh pihak penyelenggara. Dimulai dari audisi dan wawancara, Dhea berhasil menjadi salah satu dari 52 finalis dari seluruh Indonesia. Para finalis dipantau melalui interaksi di media sosial dan partisipasi mereka dalam berbagai tantangan selama pemusatan latihan, serta mengikuti kelas public speaking dan berbagai kegiatan lainnya.
“Selama berkontribusi, saya bertemu dengan banyak orang yang inspiratif dan luar biasa, dan saya merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari mereka. Melalui kompetisi Duta Pariwisata ini, saya menunjukkan bahwa generasi muda Sumatera Barat memiliki kreativitas yang tinggi dan dapat mengadvokasi aspirasi dan inovasi yang mendukung ekonomi dan keberlanjutan pariwisata Indonesia.” Ujarnya.
Akhirnya di hari Grand Final merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh para finalis, dan penantian tersebut akhirnya berbuah manis. Perasaan cemas dan takut akan kekecewaan berubah menjadi kegembiraan saat Dhea diumumkan sebagai salah satu finalis 15 Besar dari 52 pesaing di tahun 2024. Ia tidak menyangka bisa mencapai tahap ini, dan setelah melalui proses seleksi yang penuh liku, ia merasa dihargai dan bangga karena tidak pulang dengan tangan hampa.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua, keluarga, kerabat, teman-teman di rumah, sekolah, dan universitas, serta semua pihak yang telah mendukung saya dalam mencapai 15 besar sebagai Duta Pariwisata Indonesia tahun ini. Pencapaian ini bukan hanya tentang hasil, namun juga tentang pengalaman berharga yang saya dapatkan selama perjalanan ini.” Kata Dhea.
Dhea bercita-cita untuk dapat selalu memperkenalkan keragaman budaya, sejarah, dan destinasi di Sumatera Barat kepada khalayak yang lebih luas. Ia berharap dapat memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi orang lain melalui promosi produk lokal, mendukung UMKM, dan meningkatkan ekonomi pariwisata Indonesia. Dhea percaya bahwa generasi muda dapat memainkan peran penting dalam literasi dan digitalisasi dengan menerapkan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi, untuk memastikan bahwa “Wonderful Indonesia” tetap menjadi simbol ikonik yang dikenal di seluruh dunia.**







