LHOKSEUMAWE,mimbarnasional – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe memperkuat upaya adaptasi perubahan iklim bagi petambak udang di Kota Lhokseumawe, Aceh. Upaya tersebut dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Gampong Berdikari di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu.
Salah satu kegiatan dalam program tersebut yakni pelatihan pembuatan probiotik Mikroorganisme Lokal (MOL) bagi petambak udang vaname. Inovasi ini memanfaatkan limbah buah pasar yang kemudian diolah menjadi probiotik alami.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas petambak dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Perubahan pola cuaca dapat memicu fluktuasi suhu, salinitas, dan pH air tambak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko stres, serangan penyakit hingga kematian udang yang berdampak pada produktivitas dan pendapatan petambak.
“Probiotik MOL pada program Gampong Berdikari ini merupakan inovasi pertama di Kota Lhokseumawe yang mengoptimalkan limbah buah pasar dan diformulasikan dengan daun murbei sebagai bahan tambahan alami,” kata Silvani dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Menurut Silvani, probiotik MOL tersebut berfungsi sebagai immunostimulan yang diharapkan dapat membantu meningkatkan daya tahan udang terhadap perubahan kualitas lingkungan perairan.
Selain membantu petambak, program ini juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik pasar menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Program ini juga mendukung salah satu program unggulan Pemerintah Kota Lhokseumawe yaitu Broh Jeut Ke Peng (sampah jadi uang),” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, Pertamina berharap petambak dapat memproduksi probiotik secara mandiri sehingga ketergantungan terhadap produk komersial dapat ditekan.
Penggunaan probiotik alami juga diharapkan dapat membantu menjaga kualitas air tambak, meningkatkan kesehatan udang, serta menekan risiko gagal panen akibat penyakit yang dipicu perubahan kondisi lingkungan.
Program Gampong Berdikari menjadi bagian dari komitmen TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam mendorong inovasi berbasis potensi lokal di wilayah operasional perusahaan.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan budidaya perikanan terhadap perubahan iklim.
Pertamina menyebut program ini berkontribusi terhadap sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 Tanpa Kelaparan, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDGs 14 Ekosistem Laut.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif sosial berbasis potensi lokal yang diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(*)







