Tim Penilai IMTI 2026 Apresiasi Layanan Ramah Muslim dan Disabilitas di Stasiun Padang

PADANG,mimbarnasional – Stasiun Padang mendapat apresiasi dari Tim Penilai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Fasilitas yang dinilai inklusif dan mendukung kebutuhan wisatawan muslim menjadi salah satu sorotan dalam kunjungan tim penilai pada Kamis (27/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian IMTI 2026 untuk melihat kesiapan fasilitas dan layanan publik dalam mendukung pengembangan ekosistem pariwisata ramah muslim di Sumatera Barat.

Bacaan Lainnya

Tim penilai yang dipimpin Dr. Sumaryadi, MM, bersama Christian Helmy Rumayar, Zafira Khairani, dan Ditra Bulan Ramadinia, meninjau sejumlah fasilitas di Stasiun Padang.

Di antaranya fasilitas bagi penyandang disabilitas serta sarana yang mendukung kebutuhan wisatawan muslim.

Tim penilai menilai fasilitas pelayanan di Stasiun Padang telah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi berbagai kelompok pengguna jasa.

“Pelayanan disabilitas di Stasiun Padang sangat ramah dan memudahkan pengguna. Selain itu, fasilitas untuk mendukung pariwisata ramah muslim juga telah disiapkan dengan baik,” ujar Sumaryadi.

Ia menyebut fasilitas tersebut antara lain musala hingga masjid, toilet terpisah, fasilitas disabilitas, serta dukungan digitalisasi layanan.

Kunjungan tim penilai diterima langsung Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya. Turut hadir Manager Operasi dan Angkutan Fasilitas Penumpang Acep S. Manan, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab, Kepala Stasiun Padang Jefri Alkori, serta jajaran.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dr. Lila Yanwar, MARS, Ketua BPJPH Sumbar Dr. Ikrar Abdi, S.Ag., M.A., Deputy Direktur BEKS Bank Indonesia Dwi Putra Indrawan, dan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Wahendra.

Lutfi mengatakan KAI berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas dan wisatawan muslim.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dari sisi keselamatan dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas yang ramah bagi seluruh pelanggan,” kata Lutfi.

Menurutnya, kunjungan Tim Penilai IMTI menjadi momentum bagi KAI untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Padang.

Lutfi menilai keberadaan transportasi publik yang memberikan kemudahan bagi wisatawan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas.

Stasiun, kata dia, menjadi salah satu pintu masuk dan keluar wisatawan sehingga memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan.

“KAI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisata ramah muslim unggulan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Lila Yanwar mengatakan transportasi menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata ramah muslim, terutama dalam menyediakan akses, keamanan, kenyamanan, dan fasilitas yang sesuai kebutuhan wisatawan.

“Pariwisata ramah muslim tidak hanya tentang destinasi, tetapi juga bagaimana wisatawan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan selama perjalanan,” ujar Lila.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, KAI, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk memperkuat ekosistem pariwisata Sumbar agar semakin berkualitas, inklusif, dan ramah bagi wisatawan muslim.

Melalui penilaian IMTI 2026, KAI Divre II Sumbar berharap Stasiun Padang dapat terus berkembang sebagai ruang pelayanan publik yang inklusif sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian Sumatera Barat.(*)

Pos terkait