PADANG,mimbarnasional – Solidaritas untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalir dari Sumatera Barat. Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Gerakan Ekonomi Budaya (Gebu Minang) dan masyarakat menggalang bantuan rendang.
Bantuan rendang tersebut ditargetkan mencapai 5 ton. Sebanyak 700 kilogram rendang siap saji telah dikumpulkan dan diberangkatkan pada tahap awal.
Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan pengiriman bantuan akan dilakukan secara bertahap. Pengumpulan rendang juga terus dilakukan agar kebutuhan pangan warga terdampak dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
“Setiap hari akan ada terus kita buat, kita kumpul terus. Mungkin tiga hari lagi ada pesawat datang lagi, kita kirim lagi. Jadi bertahap, karena kebutuhan makan mereka kan tidak satu kali makan,” kata Fauzi Senin (17/8/2026).
Menurut Fauzi, rendang dipilih karena praktis dan memiliki daya tahan yang cukup lama. Makanan khas Minangkabau itu juga bisa langsung disantap tanpa membutuhkan proses memasak yang rumit.
“Kenapa rendang dikirim? Pertama, tahan lama. Yang kedua, siap saji. Orang ketika rumahnya runtuh, enggak sempat masak. Dengan nasi putih saja dengan rendang sudah enak,” ujarnya.
Pengumpulan rendang dilakukan secara gotong royong oleh berbagai elemen masyarakat. Kelompok ibu-ibu turut memasak rendang, sementara sejumlah persatuan rendang juga memberikan sumbangan dalam bentuk rendang yang sudah siap dikirim.
Fauzi menyebut target 5 ton rendang diharapkan dapat terpenuhi dalam waktu sekitar 10 hari hingga dua minggu. Setelah terkumpul, bantuan akan dikirim secara bertahap ke wilayah yang membutuhkan.
Terinspirasi Pengalaman Sumbar
Fauzi mengatakan aksi kemanusiaan tersebut juga dilandasi pengalaman masyarakat Sumatera Barat yang pernah menerima bantuan dari berbagai daerah ketika menghadapi bencana.
“Saya waktu jadi wali kota merasakan sekali bagaimana enak dan nikmatnya dibantu oleh masyarakat dari luar kota. Hari ini rasa nikmat itu kita berbagi pula kepada saudara kita yang ada di NTT,” katanya.
Menurutnya, solidaritas antardaerah penting untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Gerakan pengumpulan rendang untuk korban bencana ini sebelumnya juga dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di sejumlah daerah, seperti Cianjur, Yogyakarta, dan Palu.
LKAAM Sumbar berharap target 5 ton rendang dapat terpenuhi sehingga bantuan pangan bisa terus dikirim kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
“Yang pernah kita rasakan ketika dibantu masyarakat lain, hari ini kita berbagi pula kepada mereka yang sedang membutuhkan,” pungkasnya.(*)







