“Jangan Tunggu Saya Datang!” Amran Sulaiman Tegur Keras Keterlambatan Penyaluran Bantuan

PADANG PARIAMAN,mimbarnasional – Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, menyoroti lambannya realisasi bantuan sektor pertanian di Sumatera Barat meski anggaran ratusan miliar rupiah telah dikucurkan sejak awal tahun.

Hal itu disampaikan Amran saat meninjau lokasi pertanian terdampak banjir bandang di Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (14/4/2026).

Bacaan Lainnya

Amran mengungkapkan, pemerintah pusat telah bergerak cepat sejak awal bencana dengan menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung pemulihan sektor pertanian di daerah terdampak.

“Sejak awal bencana kami langsung turun. Bantuan dari Kementerian Pertanian bersama mitra mencapai Rp75 miliar, kemudian bantuan beras kurang lebih Rp1 triliun untuk tiga provinsi terdampak,” kata Amran.

Untuk Sumatera Barat, pemerintah pusat menyiapkan bantuan sektor pertanian sebesar Rp455 miliar, serta tambahan sekitar Rp500 miliar dari sektor perkebunan.

Namun demikian, Amran menyayangkan realisasi bantuan di lapangan yang dinilai belum optimal. Ia menegaskan, anggaran tersebut sebenarnya sudah berada di tingkat provinsi sejak Januari 2026.

“Anggarannya sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera menyelesaikan data agar bantuan bisa segera disalurkan,” ujarnya.

Amran memastikan seluruh biaya rehabilitasi lahan pertanian terdampak, termasuk sekitar 7.000 hektare lahan rusak, menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Ia menilai keterlambatan penyaluran bantuan lebih disebabkan oleh penyesuaian birokrasi di daerah. Meski begitu, ia meminta agar proses tersebut segera dituntaskan.

“Kami sudah cairkan sejak Januari. Tadi sudah ada komitmen, dalam satu bulan ini harus selesai,” katanya.

Pemerintah pusat berharap percepatan realisasi bantuan dapat segera dilakukan agar petani terdampak banjir bandang bisa kembali berproduksi dan memulihkan kondisi ekonomi mereka.(*)

Pos terkait