Andre Rosiade Tinjau Huntara Pascabencana di Guguak Malalo Tanah Datar

TANAHDATAR,mimbarnasional – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau progres pembangunan hunian sementara (huntara) di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan huntara sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana di Sumbar.

Di kawasan Guguak Malalo, sebanyak 28 unit huntara telah rampung dibangun dari total sekitar 500 unit yang disiapkan oleh Kepala BP BUMN dan Danantara, Doni Oskaria. Andre menyampaikan, serah terima huntara kepada warga terdampak direncanakan akan dilakukan pada Senin pekan depan.

Bacaan Lainnya

Menurut Andre, pembangunan huntara ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemulihan yang cepat dan menyeluruh di wilayah Sumatera Barat pascabencana.

“Kunjungan ini saya lakukan sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus anggota DPR RI dari dapil Sumbar, untuk memastikan langsung kesiapan huntara yang dibangun oleh BP BUMN dan Danantara,” ujar Andre.

Ia juga menyebutkan bahwa pemantauan pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap) telah dilakukan di tiga daerah terdampak bencana, yakni Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Tanah Datar.

Selain meninjau hunian, Andre turut menyoroti kebutuhan mendesak warga Guguak Malalo terkait pemulihan lahan pertanian. Tercatat sekitar 12 hektare sawah warga terdampak bencana dan masih membutuhkan alat berat, khususnya dump truck, untuk proses pembersihan.

Andre pun menyatakan akan membantu menurunkan empat unit dump truck ke lokasi guna mempercepat pemulihan lahan pertanian warga.

“Saya mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan pascabencana di Sumatera Barat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menjelaskan, usulan pembangunan huntara dan huntap di Tanah Datar masing-masing berjumlah 140 unit. Namun, realisasi huntara baru mencapai sekitar 40 persen dari total 66 unit yang diusulkan, dengan 28 unit telah selesai dibangun di Guguak Malalo.

Selain Guguak Malalo, pembangunan huntara juga dilakukan di dua lokasi lain, yakni Bungo Tanjuang dan Sumpur, yang ditangani oleh BNPB. Untuk kebutuhan hunian tetap, Ahmad Fadly menyebutkan masih dibutuhkan sekitar 385 unit huntap bagi warga terdampak di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Datar.

Selama masa transisi, sebagian warga masih harus menumpang di rumah keluarga, sementara sebagian lainnya menerima Dana Tunggu Hunian (DTH).

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Tanah Datar, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre Rosiade, BP BUMN, Danantara, serta seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dalam pemulihan pascabencana,” tutup Ahmad Fadly.(*)

Pos terkait