PADANG,mimbarnasional – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang KA Pariaman Ekspres pada momentum Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan rangkaian Festival Tabuik di Kota Pariaman.
Pada Kamis (25/6/2026), jumlah pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.082 orang atau setara 143 persen dari total kapasitas 4.240 tempat duduk yang disediakan setiap hari.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan utama untuk bepergian, terutama saat libur dan penyelenggaraan agenda budaya berskala besar.
“Pada Hari Asyura 1448 Hijriah atau Kamis, 25 Juni 2026, volume pelanggan KA Pariaman Ekspres mencapai 6.082 penumpang atau 143 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 4.240 kursi,” kata Reza dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6).
Menurut Reza, pada hari biasa KA Pariaman Ekspres rata-rata melayani sekitar 3.000 pelanggan per hari. Dengan capaian tersebut, jumlah penumpang meningkat lebih dari dua kali lipat atau sekitar 103 persen.
Ia menilai lonjakan tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga menunjukkan kesiapan operasional KAI dalam menghadapi peningkatan jumlah penumpang selama masa libur dan Festival Tabuik.
“Seluruh perjalanan didukung oleh kesiapan petugas, optimalisasi sarana, serta pelayanan di stasiun yang semakin berorientasi pada kenyamanan pelanggan,” ujarnya.
KAI Divre II Sumbar memperkirakan jumlah penumpang akan kembali meningkat pada puncak Festival Tabuik yang digelar pada Minggu (28/6/2026). Karena itu, masyarakat diimbau segera merencanakan perjalanan dan memesan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket dibuka secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan.
Dengan tarif Rp5.000, KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat menuju Kota Pariaman. Selain menghindari kemacetan, perjalanan sekitar 1,5 jam itu juga menawarkan panorama pesisir barat Sumatera Barat.
Setibanya di Stasiun Pariaman, penumpang hanya perlu berjalan sekitar 200 meter untuk mencapai Pantai Gandoriah yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan Festival Tabuik.
Salah seorang penumpang, Naila, wisatawan asal Kota Padang, mengaku sengaja menggunakan KA Pariaman Ekspres untuk menghadiri Festival Tabuik.
“Naik kereta itu lebih praktis. Tidak perlu khawatir terjebak macet atau mencari tempat parkir. Perjalanannya nyaman, tepat waktu, dan sesampainya di Pariaman kami bisa langsung menikmati suasana Festival Tabuik. Menurut saya, kereta adalah pilihan terbaik saat acara besar seperti ini,” ujarnya.
Reza mengajak masyarakat yang ingin menyaksikan puncak Festival Tabuik pada 28 Juni 2026 untuk segera memesan tiket agar perjalanan lebih nyaman dan terencana.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI agar perjalanan dapat direncanakan dengan baik dan pengalaman berwisata menjadi lebih nyaman, aman, dan berkesan,” tutupnya.(*)







