Ombak Besar Terjang Long Boat di Mentawai, Satu Penumpang Masih Dicari

MENTAWAI,mimbarnasional – Sebuah long boat nelayan terbalik setelah dihantam ombak di perairan Sagulubbek, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (8/6/2026). Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian tim SAR.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan long boat bermesin 40 PK itu awalnya hendak menjemput seorang warga yang sakit untuk dibawa dari Pantai Sagulubbek menuju Tuapeijat.

Bacaan Lainnya

Namun saat keluar dari Muara Sagulubbek menuju lokasi penjemputan, perahu tersebut dihantam gelombang besar dan terbalik di pintu muara.

“Dua korban berhasil menyelamatkan diri, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian,” kata Benteng dalam keterangan tertulis.

Korban selamat diketahui bernama Danil (30) dan Hendrikus (34). Sementara korban yang masih hilang adalah Jajanggi (48).

Informasi mengenai kecelakaan kapal diterima Kantor SAR Mentawai pada pukul 17.35 WIB dari kepala desa dan keluarga korban. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue SAR Mentawai langsung diberangkatkan pada pukul 17.50 WIB menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan enam personel menuju lokasi kejadian.

Selain tim SAR, warga sekitar juga melakukan pencarian menggunakan tiga unit long boat di sekitar lokasi korban diduga hilang.

Benteng mengatakan operasi pencarian sempat terkendala cuaca buruk di perairan barat Siberut. Hujan, angin dengan kecepatan sekitar 9 knot, gelombang setinggi hingga dua meter, serta jarak pandang yang terbatas pada malam hari membuat tim harus menghentikan sementara operasi.

“Tim Rescue Kansar Mentawai memutuskan bersandar di Dermaga Pei-Pei. Operasi SAR dihentikan sementara pada pukul 21.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (9/6/2026) pagi pukul 06.30 WIB,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, tim SAR dilengkapi berbagai peralatan pendukung, mulai dari alat navigasi, komunikasi, perlengkapan medis, perlengkapan evakuasi, telepon satelit, hingga perangkat Starlink untuk menunjang koordinasi selama pencarian berlangsung.

Hingga Senin malam, korban atas nama Jajanggi masih belum ditemukan dan pencarian akan kembali dilanjutkan oleh tim SAR bersama unsur terkait.(*)

Pos terkait