PADANG,mimbarnasional – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat meningkatkan pemeriksaan dan perawatan intensif sarana serta prasarana perkeretaapian untuk mengantisipasi gangguan perjalanan kereta api akibat cuaca ekstrem.
Langkah itu dilakukan menyusul tingginya potensi bencana seperti banjir, longsor, amblesan tanah, hingga pergerakan kontur tanah di sejumlah titik jalur kereta api di Sumatera Barat.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan pihaknya terus memperkuat langkah mitigasi preventif guna memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan andal.
“Petugas prasarana bersama tim manajemen secara berkala melakukan pemetaan prioritas perawatan dan inspeksi berjalan kaki di seluruh wilayah operasional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jalur tetap aman dilalui perjalanan kereta api,” kata Reza dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).
Upaya tersebut dilakukan melalui Pemeriksaan Detail Serentak Safety Critical Personnel (SCP) Prasarana yang melibatkan jajaran manajemen hingga petugas teknis prasarana di seluruh wilayah operasional Divre II Sumbar.
Kegiatan pemeriksaan diawali dengan briefing di Ruang Buya Hamka yang dipimpin Manager Operasi Fasilitas Angkutan dan Pengendalian Perjalanan KA, Acep S Manan.
Dalam arahannya, Acep menegaskan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh aspek operasional perkeretaapian berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan.
Pemeriksaan meliputi kondisi rel, bantalan, ballast, sistem penambat, sambungan rel, hingga geometri jalur dan ruang bebas jalur rel.
Selain itu, petugas juga memeriksa wesel, jembatan, terowongan, sistem persinyalan, serta fasilitas pendukung operasional lainnya.
Khusus untuk jembatan dan bangunan pendukung, pemeriksaan difokuskan pada kondisi lendutan, stabilitas konstruksi, dan daya dukung terhadap perjalanan kereta api.
Sementara pada sistem persinyalan, pemeriksaan dilakukan guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal demi mendukung keselamatan perjalanan.
Menurut Reza, kondisi geografis Sumatera Barat yang didominasi perbukitan membuat sejumlah petak jalur rawan mengalami pergerakan tanah, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Karena itu, KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak beraktivitas di sekitar jalur rel dan segera melaporkan jika menemukan potensi gangguan di lintasan.
“Sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujarnya.
Reza memastikan seluruh unit operasional KAI Divre II Sumbar saat ini bersiaga penuh untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Kami berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan melalui langkah-langkah preventif yang dilakukan secara konsisten,” katanya.(*)







