Pedagang Telur di Bazar Ramadan Sumbar Mengeluh, Harga Diskon Perusahaan Besar Bikin Dagangan Sepi

PADANG,mimbarnasional –  Niat mencari tambahan uang menjelang Lebaran justru berujung kecewa bagi Joni, pedagang telur ayam yang berjualan di Bazar Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia terpaksa menutup lapaknya karena tidak mampu bersaing dengan harga telur yang dijual produsen besar dengan potongan harga.

Joni mengatakan, telur ayam yang ia jual di bazar tersebut dipatok seharga Rp52 ribu per papan, yang merupakan harga mendekati modal. Namun di lokasi yang sama, perusahaan produsen telur, Japfa, menjual telur dengan harga Rp54 ribu tetapi memberikan diskon Rp6 ribu, sehingga harga yang dibayar pembeli hanya Rp48 ribu.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak mungkin buka dagangan kalau harganya di bawah modal. Saya jual Rp52 ribu saja sudah harga modal,” kata Joni saat ditemui di lokasi bazar Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, adanya subsidi harga dari perusahaan besar membuat penjualan pedagang kecil anjlok. Kondisi itu memaksanya menutup lapak karena hampir tidak ada pembeli.

Ia berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Barat segera mengambil kebijakan agar pedagang kecil tetap bisa berjualan.

“Kalau tidak diubah, ini sangat berdampak pada penjualan kami. Sekarang saja sudah tutup. Kalau tidak cepat diambil kebijakan, kami yang rugi,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebelumnya resmi membuka Bazar Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan itu digelar di area parkir Kantor Gubernur Sumbar, Jalan Sudirman, Padang.

Bazar Ramadan tersebut menjadi agenda tahunan yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 10 hingga 13 Maret 2026, dan dapat dikunjungi masyarakat setiap hari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Namun bagi sebagian pedagang kecil seperti Joni, persaingan harga di dalam bazar justru menjadi tantangan berat.(*)

Pos terkait