PADANG,mimbarnasional – Turnamen sepak bola usia dini Andre Rosiade Cup 1 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Ajang ini menjadi salah satu festival pembinaan sepak bola terbesar di Sumatera Barat dengan melibatkan ratusan Sekolah Sepak Bola (SSB) dan sekolah dasar dari berbagai daerah.
Andre Rosiade Cup 1 digelar secara serentak di empat venue, yakni Stadion GOR H. Agus Salim, Lapangan Sepak Bola SMAN 2 Padang, Lapangan PSTS Tabing, dan PORKAB Nanggalo. Sebanyak 183 tim SSB dari 18 kabupaten/kota di Sumatera Barat ambil bagian dalam kompetisi kelompok umur 10 tahun (U-10) dan 12 tahun (U-12).
Panitia menyediakan total hadiah senilai Rp46 juta. Rinciannya, juara pertama menerima Rp8 juta, juara kedua Rp6 juta, juara ketiga Rp4 juta, dan juara keempat Rp2 juta. Selain itu, penghargaan tim fair play sebesar Rp1,5 juta serta penghargaan individu masing-masing Rp500 ribu untuk top skor, kiper terbaik, dan pemain terbaik.
Pada kelompok umur U-10, Griya Elok FC keluar sebagai juara pertama, disusul Imam Bonjol di posisi kedua, Mandala Payakumbuh di peringkat ketiga, dan IFA Indarung sebagai juara keempat. Sementara itu, di kategori U-12, SSB Padang Peduli berhasil meraih gelar juara, diikuti Victory sebagai runner-up, Griya Elok FC di posisi ketiga, dan PTHB di peringkat keempat.
Penghargaan top skor U-12 diraih oleh Ibra Mascerano dari Padang Peduli dengan koleksi enam gol. Sementara top skor U-10 menjadi milik Dayrizal El Rafid dari Griya Elok FC yang mencetak lima gol. Untuk kategori kiper terbaik, penghargaan diberikan kepada Zafran Mahfi (Victory U-12) dan Sahari Paja Curllar dari IFA Indarung U-10, yang merupakan putra dari bek Semen Padang FC, Jamie Giraldo.
Adapun pemain terbaik U-12 diraih Hazad Radia dari Victory, sedangkan pemain terbaik U-10 disabet Dhiya Ulhaq dari Imam Bonjol. Gelar tim fair play diberikan kepada SD Pertiwi U-12 dan Predator U-10.
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, mengatakan bahwa pelaksanaan Andre Rosiade Cup merupakan bagian dari arahan Andre Rosiade untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia dini secara berkelanjutan.
“Intinya Pak Andre fokus untuk membina anak-anak ini dengan lebih baik dan menghadirkan ajang kompetisi yang rutin,” ujar Braditi di Stadion GOR H. Agus Salim, Minggu (1/2/2026).
Ketua Askot PSSI Padang, Mastilizal Aye, turut mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai Andre Rosiade Cup menjadi wadah penting dalam pembinaan sepak bola usia dini di daerah.
“Saya sangat salut dan berterima kasih. Festival ini luar biasa. Kita juga perlu lebih banyak penyelenggara seperti ini agar pembinaan bisa terus berjalan,” kata Mastilizal. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Panitia Pelaksana, Renol Fadli.
Sementara itu, Renol Fadli menyampaikan bahwa Andre Rosiade Cup akan berlanjut ke edisi kedua. Turnamen tersebut direncanakan digelar di empat kabupaten/kota lain di Sumatera Barat.
Dengan berakhirnya Andre Rosiade Cup 1, ajang ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pembinaan sepak bola usia dini di Sumatera Barat. Turnamen tersebut tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran dan pengembangan karakter bagi para pesepak bola muda. Keberlanjutan Andre Rosiade Cup ke edisi berikutnya pun diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang kelak memperkuat sepak bola daerah hingga nasional.
“Kami membuka kesempatan tidak hanya untuk SSB, tetapi juga sekolah dasar. Banyak anak-anak yang belum tergabung di SSB, namun punya potensi besar. Itu yang ingin kami wadahi,” ujar Renol.(*)







