PADANG,mimbarnasional – Laga pekan ke-30 Liga 1 menjadi momen krusial bagi Semen Padang FC. Pelatih Imran Nahumarury menegaskan duel melawan Madura United bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan penentuan nasib tim untuk bertahan di kompetisi.
Dalam sesi latihan terakhir di Lapangan Mess Indarung, Selasa (28/4/2026), Imran menekankan pentingnya pembuktian di atas lapangan, bukan sekadar ucapan.
“Pertandingan besok sangat penting. Kita buktikan di lapangan, bukan terlalu banyak bicara,” ujarnya.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Agus Salim pada Rabu (29/4/2026) itu disebut sebagai awal dari lima laga penentuan.
“Lima pertandingan ini final kalau kita mau bertahan. Mau atau tidak, itu pilihan. Kalau tidak, ya sudah selesai,” tegasnya.
Ia memastikan seluruh pemain telah memahami tugas masing-masing. Fokus utama tim saat ini adalah meminimalisir kesalahan yang bisa merugikan.
Namun, Semen Padang harus menghadapi tantangan dengan absennya sejumlah pemain inti, yakni Wakaso, Irsyad, Samuel, Kazaki, dan Guillermo. Meski demikian, Imran tetap percaya pemain lain mampu mengisi kekosongan tersebut.
“Kita harap pemain yang lain bisa menggantikan. Ini kesempatan untuk membuktikan,” katanya.
Imran juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental pemain dalam menghadapi tekanan pertandingan.
“Musuh terbesar bukan lawan, tapi diri sendiri. Bagaimana pemain mengatasi situasi dan tekanan di lapangan,” ucapnya.
Meski dalam kondisi tidak ideal, ia tetap optimistis timnya mampu meraih hasil maksimal.
“Saya yakin dan percaya, kalau mereka mau, pasti bisa,” tutupnya.(*)







