PADANG,mimbarnasional – Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2025 kembali menjadi momentum penting untuk mengingatkan bangsa akan hakikat olahraga sebagai perekat persatuan, sumber daya juang, dan jalan menuju masa depan yang sehat serta berkarakter.
Dengan mengusung tema “Olahraga Satukan Kita”, Haornas tahun ini menekankan peran olahraga sebagai kekuatan yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat. Nilai sportivitas, solidaritas, dan penghormatan terhadap lawan di arena pertandingan diyakini dapat menjadi teladan dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Menurut Hamdanus, mantan Plt Ketua KONI Sumatera Barat periode 2021–2022, olahraga Indonesia kini berada di persimpangan. Di satu sisi, Indonesia pernah melahirkan atlet kelas dunia. Namun di sisi lain, masih ada tantangan besar dalam manajemen olahraga yang belum sepenuhnya profesional, keterbatasan infrastruktur, serta kurangnya regenerasi atlet yang terencana.
“Haornas tahun ini harus menjadi pengingat bahwa pembenahan manajemen, peningkatan fasilitas, dan perencanaan pembinaan atlet usia dini sangat mendesak, apalagi Indonesia menargetkan pencapaian lebih besar di panggung Olimpiade mendatang,” kata Hamdanus.
Hamdanus menilai Sumatera Barat memiliki potensi luar biasa dalam olahraga, berbekal semangat juang anak nagari, budaya kompetitif, dan dukungan kuat dari masyarakat. Namun, tantangan masih ada, mulai dari pembinaan usia dini yang belum konsisten, fasilitas olahraga yang belum merata, hingga lemahnya sinergi antar-pemangku kepentingan.
“Yang dibutuhkan bukan sekadar semangat, tetapi juga manajemen modern yang bersih dan transparan. Olahraga Sumbar harus menempatkan diri sebagai bagian dari gerakan besar olahraga nasional, bukan hanya pelengkap,” jelasnya.
Lebih jauh, Hamdanus menegaskan bahwa olahraga bukan hanya milik atlet, melainkan hak setiap warga. Olahraga seharusnya hadir sebagai gaya hidup masyarakat sehari-hari, sekaligus wadah untuk membentuk generasi yang sehat, bugar, dan berkarakter.
“Prestasi memang penting, karena dari situlah lahir atlet unggul yang mengharumkan bangsa. Namun olahraga juga harus menyentuh kehidupan masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua. Di situlah olahraga benar-benar menjadi perekat, baik dalam kemenangan di arena maupun dalam rutinitas hidup sehat,” tambahnya.
Hamdanus optimistis Sumbar siap mengambil peran lebih besar dalam gerakan olahraga nasional dengan kolaborasi, kerja keras, dan tata kelola modern.
“Haornas memberi pesan bahwa kemenangan sejati bukan hanya saat piala diangkat, melainkan ketika bangsa ini semakin kokoh dalam persatuan. Dari kampung di lereng Marapi hingga stadion megah di ibu kota, olahraga adalah bahasa universal yang menyatukan kita semua,” tutupnya.






