PADANG,mimbarnasional – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar program Employee Well-Being Policy (EWP) yang mengedepankan kesehatan fisik dan mental pekerja, sekaligus mendorong budaya kerja sehat di lingkungan BUMN.
Melalui kegiatan bertajuk “Health Challenge”, KAI menantang karyawannya mengikuti berbagai tantangan kesehatan, mulai dari berhenti merokok, menurunkan berat badan, hingga menjadi inspirator kebugaran di tempat kerja.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan program ini tidak hanya soal pemeriksaan medis, tetapi membangun kesadaran pekerja bahwa gaya hidup sehat adalah investasi jangka panjang, baik untuk diri sendiri maupun kualitas layanan publik.
“Transformasi pelayanan bukan cuma soal kereta yang tepat waktu atau fasilitas yang nyaman. Kami percaya, pelayanan terbaik datang dari SDM yang sehat, produktif, dan bahagia,” ujar Reza, Jumat (8/8/2025).
Sejumlah tantangan yang diluncurkan dalam Health Challenge antara lain:
- Healthy Lifestyle Champion: untuk pekerja yang konsisten menjaga pola makan, olahraga, dan catatan kesehatan.
- Tobacco Free Ambassador: tantangan berhenti merokok dan mempertahankan hidup bebas tembakau.
- Fitness Inspiration Challenge: menginspirasi rekan kerja lewat komitmen pada kebugaran, seperti penurunan berat badan atau peningkatan stamina.
- Personal Health Improvement Challenge: perbaikan signifikan pada penyakit kronis berdasarkan evaluasi medis.
- Mental Health Influencer: aktif mempromosikan kesehatan mental dan lingkungan kerja suportif.
Dalam tahap awal, KAI Divre II Sumbar menggandeng Puskesmas, RSU Bunda Padang, dan tenaga medis untuk menggelar Mini Medical Check Up serta pemeriksaan Smoking Analyzer bagi pekerja.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional BUMN dan program Kementerian Kesehatan untuk menciptakan lingkungan kerja sehat serta mengurangi kebiasaan merokok.
“Dengan data kesehatan yang valid, kami bisa merancang intervensi yang tepat sasaran. Karyawan yang sehat akan memberikan pelayanan publik yang lebih responsif dan memuaskan,” tambah Reza.
Program ini diharapkan menjadi model bagi BUMN lain dalam memposisikan kesehatan pegawai sebagai aset utama.(ij)






