PADANG,mimbarnasional.com– Pemerintah melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang resmi membuka kegiatan belajar di Sekolah Rakyat pada Senin (14/7). Sebanyak 150 siswa dari berbagai daerah telah diterima dan mulai mengikuti masa pengenalan lingkungan serta belajar di fasilitas asrama yang telah disiapkan.
Sekolah Rakyat ini merupakan program pendidikan berbasis asrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Setiap kamar diisi oleh empat siswa, lengkap dengan tempat tidur panjang, meja belajar, dan kamar mandi pribadi.
“Alhamdulillah, seluruh fasilitas sudah siap. Termasuk perlengkapan mandi, pakaian ganti, seragam sekolah, dan lainnya. Hari ini sudah kami distribusikan kepada para siswa,” ujar Kepala BBPPKS Padang, Nur Yadi, saat ditemui di lokasi.
Selain fasilitas tempat tinggal, pihak balai juga telah menyiapkan tenaga pengajar sebanyak 11 orang, serta petugas pendukung seperti tenaga administrasi (TU), wali asrama, wali asuh, juru masak, petugas kebersihan, hingga keamanan.
Nur Yadi menambahkan, masih ada satu siswa yang mengundurkan diri karena alasan keluarga. Namun, posisi tersebut segera diisi oleh siswa cadangan. “Kami pastikan proses seleksi siswa bebas dari praktik KKN. Semua berdasarkan kondisi sosial yang terverifikasi,” tegasnya.
Program Sekolah Rakyat ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumatera Barat. Selain guru dan staf internal, tim juga diperkuat dengan pekerja sosial dan penyuluh sosial dari luar struktur sekolah.
“Hari ini kami juga mulai kegiatan MPS (Masa Pengenalan Siswa). Kami ingin memastikan anak-anak bisa merasa aman, nyaman, dan bahagia selama berada di sini,” tutup Nur Yadi.
Sekolah Rakyat di Padang diharapkan menjadi percontohan dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas yang merata, inklusif, dan ramah anak bagi mereka yang berasal dari keluarga pra-sejahtera.(ij)







