PADANG,mimbarnasional – Antrean panjang kendaraan pengangkut solar subsidi di sejumlah SPBU di Sumatera Barat dalam dua pekan terakhir menjadi perhatian aparat kepolisian. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di Kota Padang dan beberapa daerah lainnya.
Dalam sidak tersebut, petugas menemukan sejumlah kendaraan yang diduga telah dimodifikasi pada bagian tangki untuk menampung solar dalam jumlah lebih besar dari kapasitas normal.
Selain itu, polisi juga menemukan dugaan penggunaan pelat nomor kendaraan secara bergantian untuk melakukan pengisian solar subsidi berulang kali di SPBU.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan mengatakan, temuan tersebut kini tengah didalami karena diduga berkaitan dengan praktik penyalahgunaan BBM subsidi.
“Kami menemukan kendaraan dengan tangki yang sudah dimodifikasi dan penggunaan pelat nomor berbeda untuk pengisian berulang. Ini sedang kami dalami,” ujar Andry, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Andry, penyelidikan tidak hanya difokuskan pada praktik pengisian BBM subsidi di SPBU, tetapi juga menelusuri kemungkinan distribusi solar subsidi ke aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
“Termasuk dugaan penggunaan BBM subsidi untuk kegiatan tambang ilegal,” katanya.
Dalam dua minggu terakhir, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Sumbar kerap memanjang hingga ke badan jalan. Kondisi itu memicu keluhan masyarakat karena menyebabkan kemacetan dan sulitnya memperoleh solar subsidi.
Polda Sumbar menilai pengawasan perlu diperketat untuk mencegah penimbunan maupun penyelewengan distribusi BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.
Polisi memastikan pengawasan terhadap SPBU akan dilakukan secara rutin dan acak di seluruh wilayah Sumatera Barat.
“Pengawasan dan penindakan akan terus kami lakukan agar distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” tutup Andry.(*)







