Panen Tinggal Sepekan, Petani di Limapuluh Kota Gagal Panen Diterjang Banjir

LIMAPULUHKOTA,mimbarnasional – Hamparan sawah di Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, berubah menjadi genangan lumpur setelah diterjang banjir bandang dan luapan Sungai Batang Sandir.

Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu dalam beberapa hari terakhir membuat puluhan hektare areal pertanian rusak. Sejumlah tanaman padi yang sudah menguning dan siap dipanen pun gagal diselamatkan.

Bacaan Lainnya

Salah seorang petani, Efa, mengaku hanya bisa pasrah melihat sawahnya terendam air. Padahal, padi yang ditanamnya tinggal menunggu waktu untuk dipanen.

“Awak ka manyabik sapokan lai. Tapi, ba’a lai. Tibo banjir. Abih sadonyo,” kata Efa sambil menahan tangis, Jumat (15/5/2026).

Efa mengatakan dirinya berencana memanen padi sekitar sepekan lagi. Namun banjir datang lebih dulu dan merusak seluruh tanaman di sawahnya.

Hal serupa dirasakan Yusni Ancok. Ia mengaku mengalami kerugian cukup besar akibat gagal panen tersebut. Biaya pupuk dan ongkos membajak sawah yang sudah dikeluarkan kini terancam tak kembali.

“Rencana Sabtu besok mau panen. Tapi air lebih dulu yang memanen. Pupuk saja habis empat karung, belum lagi biaya membajak sawah,” ujarnya.

Kawasan pertanian yang terdampak berada di Jorong Sawahlaweh dan Jorong Sialang, Nagari Tungkar, serta Jorong Lokuang dan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua.

Tokoh masyarakat setempat, Fakhrizal atau Pak Ce, mengatakan banjir kali ini menjadi salah satu yang paling parah. Luapan Sungai Batang Sandir disebut merendam sawah hingga menghanyutkan dangau milik petani.

“Dangau di tengah sawah hanyut. Pipa Pamsimas juga putus karena derasnya arus air,” katanya.

Saat ini warga berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk membantu petani yang mengalami gagal panen akibat bencana tersebut.(*)

Pos terkait