TANAH DATAR,mimbarnasional – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menghadiri langsung acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Sabo Dam Gunung Marapi di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Zigo menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum atas komitmen membangun Sabo Dam atau bangunan pengendali lahar dan sedimen di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat.
“Pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang masih menyimpan trauma atas bencana banjir bandang lahar dingin 11 Mei 2024,” ujar Zigo.
56 Unit Sabo Dam Dibangun Bertahap
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah merencanakan pembangunan total 56 unit Sabo Dam di kawasan Marapi secara bertahap, mulai dari Tahap I hingga Tahap IV.
Pada Tahap I, pemerintah mengalokasikan anggaran dengan skema multiyears. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan lima unit Sabo Dam di Kabupaten Tanah Datar, tiga unit di Kabupaten Agam, serta satu paket river training works di Tanah Datar.
Zigo menegaskan, perjuangan membuka blokir anggaran pembangunan tersebut tidak mudah. Ia menyebut, pada awalnya anggaran sempat diblokir akibat kebijakan efisiensi keuangan negara.
“Dalam berbagai rapat kerja Komisi V bersama Kementerian PU, kami terus menyuarakan pentingnya pembukaan blokir tersebut. Alhamdulillah, dengan dukungan Menteri PU dan Dirjen SDA, blokir anggaran akhirnya dibuka dan pembangunan hari ini resmi dimulai,” katanya.
Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan
Zigo juga mengajak masyarakat di sekitar lokasi proyek untuk mendukung penuh proses pembangunan, termasuk dalam tahapan pembebasan lahan dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Infrastruktur ini dibangun untuk keselamatan dan keberlangsungan hidup kita bersama,” ucapnya.
Ia berharap pembangunan Sabo Dam ini menjadi langkah besar dalam melindungi masyarakat, menjaga lahan pertanian dan aliran sungai, serta memperkuat ketangguhan Sumatera Barat dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (*)








