PADANG,mimbarnasional – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Minggu (1/3/2026) pukul 15.11 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.391 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah tenggara.
Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 8 detik.
Saat ini, Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada). PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung serta pendaki, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.
Selain itu, warga yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta mewaspadai potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama saat musim hujan.
Apabila terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
PVMBG juga meminta seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif serta tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks terkait aktivitas gunung api.
Pemerintah daerah di wilayah terdampak seperti Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG maupun Pos Pengamatan Gunung Api Marapi untuk memperoleh informasi terbaru terkait aktivitas vulkanik.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui situs resmi Badan Geologi dan PVMBG, maupun aplikasi Magma Indonesia.
PVMBG memastikan akan terus memantau aktivitas Gunung Marapi secara intensif dan memperbarui informasi jika terjadi perubahan signifikan.(*)








