BANDA ACEH,mimbarnasional – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melalui UPTD Metrologi Legal melakukan pengawasan terpadu terhadap kualitas dan ketepatan takaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU dan pangkalan LPG 3 kilogram di Kota Banda Aceh.
Pengawasan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menjelang Ramadan dan Idulfitri untuk memastikan perlindungan konsumen serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap distribusi energi.
Sidak dilaksanakan di SPBU 14.232.485 Simpang Jam dan SPBU 13.232.413 Lhong Raya. Selain itu, pengecekan juga menyasar Pangkalan LPG 3 Kg Berkat Alam Jaya di Lhong Cut, Banda Raya serta Pangkalan LPG 3 Kg Beusarie Niaga di Suka Ramai, Baiturrahman.
Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Banda Aceh mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh alat ukur dan takaran BBM di SPBU yang diperiksa telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dari Kementerian Perdagangan.
“Berdasarkan pengecekan yang telah dilakukan bersama Pertamina dan Metrologi Legal Kota Banda Aceh, seluruh SPBU yang diperiksa dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Rabu (26/2).
Dari hasil pemeriksaan di pangkalan LPG 3 kilogram, ukuran takaran dan timbangan juga dinyatakan memenuhi standar. Berat tabung kosong berada di kisaran 5 kilogram, sedangkan dalam kondisi terisi berada di kisaran 8 kilogram, dengan tetap memperhatikan batas toleransi sesuai regulasi.
Distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya disebut berjalan baik, baik dari sisi kuota maupun harga. Saat ini, harga LPG 3 kilogram ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.
Selain kualitas dan takaran, petugas juga memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG. Berdasarkan hasil sidak, kondisi stok di Banda Aceh dan sekitarnya masih dalam kategori aman menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Sales Area Manager Aceh Pertamina, Misbah Bukhori, menegaskan pihaknya terus melakukan monitoring rutin guna menjaga kualitas dan kuantitas produk.
“Kami memastikan setiap liter BBM dan setiap tabung LPG yang diterima masyarakat sesuai standar mutu dan takaran yang ditetapkan. Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pengawasan kami tingkatkan agar distribusi tetap lancar,” kata Misbah.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi metrologi merupakan bentuk transparansi dan komitmen perlindungan konsumen.
Ia menambahkan, Pertamina berkomitmen menjaga kualitas, kuantitas, serta ketersediaan energi bagi masyarakat, terutama pada momen meningkatnya kebutuhan seperti Ramadan dan Idulfitri.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan energi di Banda Aceh dipastikan aman dan terus dipantau secara berkala. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.(*)







