Nagari Simalanggang menjadi salah satu wilayah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler I Universitas Andalas Tahun 2026 yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui program berbasis solusi nyata. Salah satu program unggulan dari Tim Pertanian KKN UNAND 2026 adalah pengembangan pestisida nabati dan pembuatan biopori, sebagai langkah praktis untuk mendukung pertanian sehat, pengelolaan limbah organik, serta peningkatan resapan air di lingkungan masyarakat.
Program ini dilaksanakan selama 14 hari dengan total kegiatan mencapai 112 jam, mencakup perencanaan, pelaksanaan, uji coba, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah nagari, penyuluh pertanian, serta warga, terutama petani yang menjadi mitra dalam uji coba lapangan.
Salah satu permasalahan yang sering dihadapi petani adalah serangan hama tanaman yang biasanya ditangani menggunakan pestisida kimia. Namun, penggunaan pestisida kimia dalam jangka panjang dapat memunculkan berbagai risiko, mulai dari meningkatnya biaya produksi, resistensi hama, hingga residu berbahaya pada hasil pertanian yang dikonsumsi masyarakat.
Sebagai solusi, Tim Pertanian KKN UNAND memperkenalkan pestisida nabati yang dibuat dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar rumah warga, salah satunya adalah daun pepaya. Daun pepaya dipilih karena memiliki kandungan senyawa alami yang berpotensi menghambat perkembangan hama tanaman.
Dalam proses pembuatannya, pestisida nabati difermentasi menggunakan EM4, kemudian ditambahkan air dan sabun cair sebagai perekat agar larutan dapat menempel lebih baik pada daun tanaman. Proses ini dinilai cukup sederhana sehingga dapat dipraktikkan langsung oleh masyarakat tanpa membutuhkan biaya besar.
Tidak hanya sebatas teori, Tim Pertanian KKN UNAND juga melakukan uji coba pestisida nabati secara langsung pada kebun cabai milik salah satu petani setempat. Uji coba dilakukan selama 7 hari berturut-turut untuk melihat dampak penggunaan pestisida nabati terhadap kondisi tanaman.
Kegiatan ini dilakukan setelah tim melakukan koordinasi dan audiensi dengan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Payakumbuh, serta berkomunikasi langsung dengan pemilik kebun sebagai lokasi pengamatan. Uji coba ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa KKN dalam memastikan program yang dijalankan benar-benar aplikatif dan memberikan manfaat nyata.
Selain pestisida nabati, Tim Pertanian juga memperkenalkan teknologi sederhana berupa lubang resapan biopori. Biopori dibuat menggunakan bahan yang mudah diperoleh, seperti botol plastik bekas atau pipa. Lubang biopori berfungsi sebagai tempat penguraian sampah organik sekaligus membantu meningkatkan daya serap air ke dalam tanah.
Pemasangan biopori dilakukan bersamaan dengan rangkaian uji coba pestisida nabati, tepatnya pada hari ketiga kegiatan pengaplikasian. Dengan adanya biopori, sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran dan daun kering tidak lagi menjadi masalah, melainkan dapat diolah menjadi sumber nutrisi tanah secara alami.
Sosialisasi dan Edukasi: Mengubah Pola Pikir Masyarakat
Tahapan penting dari program ini adalah kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, yang dilaksanakan bersama tim peternakan. Sosialisasi difokuskan kepada para petani dan peternak, dengan materi meliputi cara pembuatan pestisida nabati, cara pengaplikasian pada tanaman, manfaat biopori, serta praktik pembuatan biopori yang bisa dilakukan di pekarangan rumah.
Sebagai bentuk dukungan nyata kepada masyarakat, peserta sosialisasi tidak hanya mendapatkan materi dan praktik pembuatan, tetapi juga diberikan bingkisan berupa pestisida nabati yang telah dibuat dan dipersiapkan oleh Tim Pertanian KKN UNAND. Bingkisan ini dibagikan kepada petani dan warga yang hadir agar dapat langsung digunakan pada tanaman masing-masing di rumah maupun di lahan pertanian. Dengan demikian, masyarakat dapat segera mencoba hasil inovasi tersebut, sekaligus meningkatkan peluang keberlanjutan program setelah kegiatan KKN berakhir.
Kegiatan ini mendapat respon, masyarakat juga mulai memahami bahwa limbah organik memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan cara yang tepat. Penggunaan pestisida nabati membantu mengurangi paparan residu bahan kimia pada tanaman pangan, sehingga hasil pertanian menjadi lebih aman dikonsumsi. Sementara itu, penerapan biopori mendukung pengelolaan limbah organik secara produktif sekaligus meningkatkan resapan air, yang bermanfaat untuk menjaga kelembaban tanah dan mengurangi genangan.
Lebih dari itu, program ini turut mengubah cara pandang masyarakat bahwa limbah rumah tangga bukan sekadar sampah, tetapi dapat menjadi sumber daya yang bernilai guna dan berkelanjutan.
Kegiatan KKN Reguler I Universitas Andalas 2026 di Nagari Simalanggang melalui program pestisida nabati dan biopori menunjukkan bahwa solusi pertanian ramah lingkungan tidak selalu harus mahal dan rumit. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, masyarakat dapat menghasilkan pestisida alami dan membangun sistem pengelolaan limbah organik yang sederhana namun efektif.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, serta masyarakat dapat melahirkan inovasi yang bermanfaat, mendorong pertanian sehat, serta memperkuat kesadaran lingkungan menuju nagari yang lebih mandiri dan berkelanjutan.***
Penulis:
1. Arif Furqhan
2. Febriani Jaya Lawolo
3. Feby Aisyah Valenia
4. Nabila Mahesa
5. Nurul Afifah
6. Sahni Sania
(Mahasiswa KKN Unand 2026 di Nagari Simalanggang, Kec Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota)







