Rahmat Saleh Kembali ke Kampung Dalam, Bagikan Bantuan dan Kenang Masa Sulit Semasa Kuliah

Anggota DPR RI Rahmat Saleh

PADANG,mimbarnasional –  Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, kembali ke Binuang, Kampung Dalam, kawasan yang disebutnya sebagai tempat yang pernah menjadi “orang tua” saat ia menjalani masa kuliah. Kunjungan yang dilakukan pada Jumat (14/11/2025) itu sekaligus menjadi momentum peluncuran program bantuan pangan berupa minyak goreng dan beras untuk warga.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat mengenang masa-masa sulit ketika ia harus mencari cara bertahan hidup di Padang karena orang tuanya tidak mampu membiayai kos. Ia kemudian menjadi garin di Mushola Darussalam yang berlokasi tidak jauh dari tempat kunjungannya hari itu.

Bacaan Lainnya

“Akhirnya saya jadi garin di Mushola Darussalam dekat sini, mengajar mengaji sambil membina remaja di masjid raya,” tuturnya.

Rahmat menyebut bahwa kebaikan warga Kampung Dalam sangat berarti bagi dirinya. Menurutnya, selama menjadi garin, ia tidak pernah kekurangan makanan karena warga setempat bergiliran mengantar santapan setiap hari.

“Ibu-ibu di sini masyaAllah baik-baik. Tiap sore, ibu-ibu di sini rutin dan silih berganti mengantarkan makanan untuk kami,” ujarnya dengan nada haru.

Ia menegaskan bahwa perjalanan hidupnya hingga menjadi anggota DPR RI tidak lepas dari dukungan masyarakat saat itu.

“Kalau hari ini Rahmat Saleh jadi anggota DPR RI, itu tidak luput dari berkah nasi yang diberikan oleh masyarakat Binuang Kampung Dalam,” kata Rahmat.

Sebagai bentuk rasa syukur, Rahmat memilih Kampung Dalam sebagai lokasi pertama distribusi bantuan dalam program yang disebutnya akan menjangkau 320 ribu keluarga di Sumatera Barat. Untuk wilayah Kampung Dalam, sekitar 270 keluarga menerima paket beras dan minyak goreng.

“Kita mulai dari Binuang Kampung Dalam, ada sekitar 270 keluarga yang akan kita bagikan beras dan minyak,” ujarnya.

Rahmat juga meminta warga memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak dan mengalihkan dana belanja yang bisa dihemat untuk pendidikan anak-anak.

“Uang yang tadinya untuk beli beras dan minyak, silakan ditabung untuk pendidikan anak-anak,” katanya.

Ia menutup kunjungan dengan menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci perubahan hidup.

“Pendidikan anak penting, karena merekalah yang akan mengubah nasib ke depannya. Rezeki akan datang, tapi pendidikan harus diperjuangkan.”

Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang selama bertahun-tahun mengenal Rahmat sebagai mahasiswa yang dulu mereka bantu dan kini kembali sebagai wakil rakyat.(ij)

Pos terkait