KA Lembah Anai Layani 261 Ribu Penumpang, Naik Signifikan pada 2026

PADANG,mimbarnasional – Kereta Api Lembah Anai semakin diminati masyarakat Sumatera Barat. Sepanjang Januari-September 2026, layanan kereta api rute Padang-Kayutanam itu mengangkut 261.954 penumpang, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 73.897 penumpang.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya pemanfaatan KA Lembah Anai sebagai pilihan transportasi masyarakat. Meski demikian, perbandingan jumlah penumpang perlu mempertimbangkan perubahan pola layanan dan cakupan rute pada 2026.

Bacaan Lainnya

KAI Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat mengoperasikan KA Lembah Anai dengan enam perjalanan setiap hari. Kereta ini melayani mobilitas masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, bersekolah hingga mengunjungi sejumlah destinasi di sepanjang jalur Padang-Kayutanam.

Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan keberadaan kereta api tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga membuka akses dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kereta api harus semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Bukan hanya mengantarkan pelanggan dari satu stasiun ke stasiun lainnya, tetapi juga membuka akses, mempermudah mobilitas, dan memberikan nilai tambah bagi wilayah yang dilalui,” ujar Reza dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Selain KA Lembah Anai, KAI Divre II Sumbar juga mencatat pertumbuhan penumpang pada layanan Pariaman Ekspres dan Minangkabau Ekspres.

KA Pariaman Ekspres melayani 1.281.766 penumpang selama Januari-September 2026. Jumlah itu meningkat dari 1.215.676 penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kereta yang melayani rute Pauh Lima-Padang-Pariaman-Naras tersebut memiliki 10 perjalanan setiap hari dengan tarif Rp 5.000. Layanan ini menjadi alternatif transportasi masyarakat dan wisatawan menuju kawasan pesisir, termasuk Pantai Gandoriah.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres mengangkut 245.899 penumpang sepanjang Januari-September 2026. Angka tersebut naik dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 203.829 penumpang.

Dengan 12 perjalanan setiap hari dan tarif Rp 10.000 untuk perjalanan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kereta ini menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan akses transportasi menuju bandara.

KAI juga mengembangkan layanan Minangkabau Ekspres melalui program tiket rombongan edukatif untuk memperkenalkan transportasi publik dan dunia perkeretaapian kepada pelajar.

Reza mengatakan peningkatan pemanfaatan layanan kereta api di Sumatera Barat diharapkan ikut mendorong perekonomian daerah. Kemudahan akses menuju kawasan wisata dinilai dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat, terutama di sektor kuliner, perdagangan, dan jasa pariwisata.

“Kami berharap kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Ketika mobilitas semakin mudah dan akses menuju pusat kegiatan maupun destinasi wisata semakin terbuka, manfaatnya tidak hanya dirasakan pelanggan, tetapi juga masyarakat dan perekonomian daerah,” tutupnya.

KAI Divre II Sumbar menyatakan akan terus menjaga keselamatan perjalanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mengoptimalkan peran kereta api sebagai transportasi publik yang menghubungkan pusat aktivitas masyarakat, kawasan wisata, dan simpul transportasi di Sumatera Barat.(*)

Pos terkait