SOLOK,mimbarnasional – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau langsung progres preservasi ruas jalan Lubuk Selasih–Surian di kawasan Air Dingin, Kabupaten Solok, Rabu (4/3). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan perbaikan jalan sekaligus penanganan sejumlah titik rawan longsor di jalur tersebut.
Dalam kunjungan lapangan itu, Zigo didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat bersama jajaran, serta Wakil Bupati Solok dan sejumlah pejabat pemerintah daerah.
Zigo menjelaskan, ruas jalan Lubuk Selasih–Surian mengalami kerusakan cukup parah sejak 2020. Namun, pemerintah baru memulai pekerjaan perbaikan pada 2025 melalui skema multi years contract yang direncanakan berlangsung hingga 2027.
“Pekerjaan dimulai pada 16 Desember 2025. Kami ingin memastikan progresnya berjalan baik dan sesuai rencana,” kata Zigo saat meninjau lokasi.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan mengecek dua titik krusial di sepanjang jalur. Titik pertama berada di kawasan Pendakian Seroban yang dikenal rawan longsor. Sementara titik kedua merupakan bagian badan jalan yang mengalami penurunan struktur dasar.
Zigo mengatakan pihaknya berdiskusi langsung dengan tim teknis di lapangan guna mencari solusi penanganan yang tepat dan berkelanjutan.
“Kami berdiskusi dengan pihak teknis agar penanganan di titik-titik ini benar-benar tepat sehingga jalan dapat bertahan lama,” ujarnya.
Selain persoalan teknis, proyek preservasi jalan tersebut juga menghadapi tantangan dalam proses pembebasan lahan. Sekitar 140 rumah warga terdampak dalam penataan dan perbaikan jalur tersebut.
Menurut Zigo, proses appraisal dan administrasi pembebasan lahan telah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Solok.
“Pada prinsipnya masyarakat mendukung. Kita dorong agar proses administrasi pembebasan lahan segera dituntaskan,” jelasnya.
Menjelang arus mudik Lebaran, Zigo juga meminta BPJN segera melakukan perbaikan fungsional di sejumlah titik jalan yang rusak.
Perbaikan tersebut meliputi penanganan jalan berlubang serta perbaikan di tikungan sempit yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Kami meminta BPJN melakukan perbaikan fungsional terlebih dahulu agar ruas ini tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat saat mudik,” kata Zigo.
Ia menegaskan pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik jalan, tetapi juga memastikan keselamatan dan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
“Semoga seluruh proses berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pengguna jalan,” tutupnya.(*)







