PADANG,mimbarnasional – Menjelang bergulirnya putaran kedua BRI Super League 2025/2026, sorotan publik tertuju pada kesiapan Semen Padang FC, khususnya terkait status administrasi pemain asing anyar yang direkrut pada bursa transfer paruh musim. Manajemen Kabau Sirah pun angkat bicara untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang.
Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan bahwa seluruh proses administrasi pemain asing telah dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia menyebut tidak ada hambatan berarti dalam pengurusan dokumen legal para rekrutan baru.
“Tidak ada hambatan berarti dalam pengurusan dokumen legal pemain asing yang direkrut pada bursa transfer paruh musim. Proses yang berjalan saat ini lebih merupakan tahapan prosedural yang lazim dalam kompetisi profesional,” kata Moulevey kepada Sumbardaily.com, Kamis (15/1/2026).
Pria yang akrab disapa Levi itu juga mengapresiasi peran Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang dinilai responsif dan komunikatif dalam mendukung proses administrasi pemain asing Semen Padang FC.
“Sejauh ini koordinasi antara klub dan Kemenaker berjalan baik. Tidak ada masalah sebenarnya,” ujarnya.
Hingga saat ini, manajemen Kabau Sirah telah resmi memperkenalkan empat pemain asing, yakni Ravy Tsouka, Kianz Froese, Boubakary Diarra, dan Jaime Giraldo. Selain itu, dua pemain lainnya, Guillermo Fernandez Hierro dan Kazaki Nakagawa, dipastikan segera bergabung.
Dengan demikian, total enam pemain asing disiapkan untuk memperkuat Semen Padang FC pada paruh kedua musim ini.
“Untuk KITAS tiga pemain asing sudah keluar. Tinggal menunggu tiga orang lagi dan itu segera keluar dalam waktu dekat. Intinya tidak ada yang dipersulit,” kata Levi.
Sebelumnya, Manajer Semen Padang FC, Masykur Rauf, menyampaikan bahwa seluruh pemain asing tersebut telah didaftarkan ke operator kompetisi. Namun, beberapa dokumen administratif masih dalam tahap penyelesaian, termasuk Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dari Kemenaker dan KITAS.
Menurutnya, proses verifikasi kontrak, paspor, serta surat pelepasan dari klub sebelumnya telah rampung. Meski demikian, keluarnya KITAS menjadi syarat krusial sebelum pemain asing dapat diturunkan secara resmi dalam pertandingan.
Situasi ini membuat peluang enam pemain anyar tampil pada laga pembuka putaran kedua menghadapi Bali United di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (24/1/2026), masih belum dapat dipastikan.
Laga tandang tersebut diprediksi menjadi ujian berat bagi Semen Padang FC yang tengah berjuang keluar dari papan bawah klasemen.
Sebagai bagian dari persiapan, manajemen juga telah menyusun agenda uji coba, baik melawan tim lokal maupun klub luar negeri. Salah satunya adalah laga persahabatan melawan klub kasta tertinggi Liga Korea Selatan, Pohang Steelers, guna meningkatkan kesiapan fisik dan taktikal tim.
Langkah pembenahan ini dilakukan setelah evaluasi putaran pertama, di mana Semen Padang FC menutup paruh musim di posisi ke-17 klasemen sementara dengan catatan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan 13 kekalahan.
“Kehadiran pemain asing baru diharapkan bisa menjadi suntikan kekuatan bagi Kabau Sirah dalam menghadapi putaran kedua,” tutup Moulevey.(*)






