Komisaris Semen Padang FC Minta Pemain Tampil Lepas Hadapi PSIM

Komisaris Semen Padang FC Bradity Moulevy

YOGYAKARTA,mimbarnasional – Semen Padang FC membawa tekad besar jelang laga tandang menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Meski berada dalam situasi sulit dan masih terjebak di zona degradasi, Kabau Sirah tetap optimistis peluang untuk bangkit masih terbuka.

Komisaris Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan target tim adalah mencuri poin dari laga tandang tersebut. Ia meminta para pemain tampil lepas dan tidak terbebani tekanan berlebih.

Bacaan Lainnya

“Yang jelas tujuan kita adalah mendapatkan poin saat menjalani laga tandang,” kata Braditi Moulevey, Minggu (4/1/2026).

Pria yang akrab disapa Levi itu mengakui kondisi tim belum ideal lantaran sejumlah pemain inti masih mengalami cedera. Namun, ia berharap semangat juang para pemain tetap terjaga, terlebih kompetisi kini memasuki fase krusial putaran kedua.

“Kita terus berjuang keluar dari zona degradasi dan bertahan di kompetisi teratas sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Optimisme tersebut tetap dijaga meski pada laga sebelumnya Semen Padang FC harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Madura United. Levi mendorong skuad Kabau Sirah untuk melupakan hasil negatif dan menikmati permainan.

Pertandingan PSIM Yogyakarta kontra Semen Padang FC dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2026) pukul 15.30 WIB.

Laga ini menjadi momen penting bagi Semen Padang FC yang hingga pekan ke-15 masih menempati peringkat ke-16 klasemen dengan raihan 10 poin dari 15 pertandingan. Posisi tersebut membuat Kabau Sirah masih bertahan di zona merah degradasi.

Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengakui kondisi tim belum sepenuhnya pulih. Ia menyebut beberapa pemain masih mengalami masalah kebugaran.

“Kita fokus penuh untuk pertandingan lawan PSIM. Dari sebelum laga lawan Madura United, memang ada banyak pemain yang sakit. Kita tidak dengan kekuatan 100 persen, tapi saya senang pemain tetap ingin memberikan yang terbaik,” ujar Dejan.

Semen Padang FC juga harus kehilangan dua pemain asing andalan, yakni Rui Rampa dan Alhassan Wakaso. Absennya kedua pemain tersebut membuat opsi rotasi tim semakin terbatas.

“Kita tidak ada Rui Rampa dan Alhassan Wakaso. Yang lain masih kita pantau kondisinya, semoga cepat sembuh,” ucap Dejan.

Meski demikian, Dejan menegaskan timnya tetap membidik poin dari markas PSIM. Ia menyadari kekuatan lawan yang tampil konsisten sepanjang musim.

“Kita tahu PSIM adalah tim yang bagus musim ini. Mereka punya pemain asing berkualitas dan banyak pemain berpengalaman. Tapi yang pasti, kita datang ke sini untuk mencuri poin. Kami selalu berpikir positif,” katanya.

Dengan kondisi skuad yang belum ideal, Semen Padang FC berharap kedisiplinan, motivasi, dan mental pantang menyerah dapat menjadi kunci. Laga ini pun diprediksi berjalan ketat, dengan PSIM berupaya menjaga posisi di papan atas, sementara Kabau Sirah menjadikannya sebagai momentum kebangkitan demi keluar dari ancaman degradasi. (*)

Pos terkait