Pasaman Barat,mimbarnasional.com – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat resmi menggelar Operasi Patuh Singgalang 2025, Senin (14/7/2025). Namun, operasi tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada penindakan pelanggaran lalu lintas, melainkan juga mengusung pendekatan humanis dan persuasif demi menyelamatkan nyawa di jalan raya.
Apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Mapolres Pasaman Barat ini dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.Ik. Dalam amanat Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA yang dibacakan Kapolres, disebutkan bahwa tujuan utama operasi adalah menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.
“Masyarakat bukan sekadar ditindak, tapi diajak untuk sadar bahwa keselamatan adalah kebutuhan, bukan pilihan,” tegas Kapolres.
Kapolres menjelaskan, personel di lapangan akan lebih dulu melakukan pendekatan edukatif, seperti sosialisasi langsung, pemasangan baliho keselamatan, penyebaran leaflet, hingga pembagian stiker kepada pengendara. Kegiatan tatap muka bersama komunitas otomotif juga akan dilakukan guna membangun kedekatan dan pemahaman bersama.
Namun demikian, Kapolres menegaskan, penindakan tetap akan dilakukan secara tegas namun humanis, terutama terhadap pelanggaran kasat mata yang berisiko tinggi, seperti tidak mengenakan helm, penggunaan knalpot bising, melawan arus, serta pelanggaran oleh kendaraan over dimension over load (ODOL).
“Kami tidak mencari-cari kesalahan, tapi kami tidak bisa menoleransi sikap abai terhadap keselamatan,” ujarnya.
Dalam catatan Operasi Patuh tahun 2024, terdapat 89 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Sumbar. Meski turun dua persen, jumlah korban meninggal tetap mencapai sembilan orang. Luka berat bahkan naik hingga 15 persen.
“Setiap angka itu mewakili nyawa. Tugas kita bukan hanya menurunkan statistik, tapi menyelamatkan manusia,” kata AKBP Agung.
Kapolres menginstruksikan seluruh personel untuk menjalankan operasi dengan santun, ramah, dan profesional. Polri, menurutnya, harus menjadi teladan yang mampu menyeimbangkan penegakan hukum dengan nilai-nilai empati.
“Kami ingin masyarakat merasa dilindungi, bukan dicurigai. Karena pada dasarnya, Polri hadir untuk menjaga, bukan menghakimi,” tegasnya.
Selama 14 hari ke depan, Operasi Patuh Singgalang 2025 akan terus digelar serentak di seluruh wilayah Sumatera Barat, termasuk Pasaman Barat. Seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait pun diharapkan dapat bersinergi demi mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan manusiawi.(ij)







