PADANG PARIAMAN,mimbarnasional – Stasiun Duku di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, menjadi salah satu simpul penting dalam mobilitas masyarakat. Stasiun yang berada di Korong Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, itu melayani naik dan turun penumpang pada seluruh kereta api (KA) penumpang yang beroperasi di wilayah KAI Divre II Sumatera Barat.
Lokasinya yang strategis membuat Stasiun Duku berperan dalam menghubungkan perjalanan masyarakat dari dan menuju sejumlah wilayah, seperti Padang, Lubuk Alung, Pariaman, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, mengatakan keberadaan Stasiun Duku tidak sekadar menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan kereta.
“Stasiun Duku bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi merupakan bagian dari ekosistem mobilitas masyarakat,” kata Reza dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Reza, dengan melayani seluruh layanan KA penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, ditambah fasilitas yang memadai dan akses terhadap berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas masyarakat.
Data KAI mencatat, sepanjang 2021 hingga semester I 2026, Stasiun Duku telah melayani 751.429 pelanggan.
Jumlah tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik, sekaligus menunjukkan peran Stasiun Duku sebagai salah satu simpul mobilitas di Sumatera Barat.
Punya Sejarah Panjang
Stasiun Duku juga memiliki sejarah panjang dalam perkembangan perkeretaapian di Sumatera Barat. Keberadaannya telah melewati berbagai fase sejak masa Staatsspoorwegen ter Sumatra’s Westkust.
Seiring perkembangan layanan, wajah Stasiun Duku turut mengalami perubahan. Bangunan stasiun kini memadukan unsur modern dengan identitas budaya Minangkabau melalui bentuk atap gonjong.
Peran Stasiun Duku semakin kuat setelah jalur kereta api menuju Bandara Internasional Minangkabau mulai beroperasi pada 2018.
Kemudian pada 22 Maret 2019, KA Lembah Anai mulai melayani perjalanan dengan berhenti di Stasiun Duku. Layanan tersebut melengkapi KA Pariaman Ekspres yang sebelumnya telah melayani masyarakat.
Selain menjadi bagian dari jaringan kereta api, Stasiun Duku juga terhubung dengan moda transportasi lainnya. Masyarakat dapat melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum antarkota, angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), hingga transportasi berbasis aplikasi.
“Keberadaan stasiun juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar kawasan. Pelajar, mahasiswa, pekerja, wisatawan hingga masyarakat yang melakukan aktivitas perdagangan dapat memanfaatkan layanan kereta api sebagai salah satu pilihan transportasi,” ujar Reza.
Dilengkapi Fasilitas Penunjang
Untuk menunjang kenyamanan pelanggan, Stasiun Duku dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain ruang tunggu, ruang laktasi, area bermain anak, musala, serta area parkir kendaraan.
KAI menyebut keberadaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin inklusif dan memperhatikan kebutuhan berbagai kelompok pelanggan.
Aktivitas penumpang di Stasiun Duku juga turut menggerakkan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan. Mobilitas masyarakat yang datang dan pergi membuka akses terhadap berbagai aktivitas usaha serta layanan transportasi lanjutan.
Di sisi lain, KAI mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta fasilitas publik di lingkungan stasiun.
“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk ketika berada di lingkungan stasiun maupun di sekitar jalur kereta api,” kata Reza.
Dengan layanan seluruh KA penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, fasilitas pendukung, serta konektivitas dengan berbagai moda transportasi, Stasiun Duku terus menjadi bagian dari perjalanan masyarakat.
Bagi KAI, Stasiun Duku bukan hanya tempat kereta berhenti, tetapi juga ruang yang menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, pekerjaan, perdagangan hingga pariwisata.(*)







