Bantuan Terus Mengalir ke Aceh Tamiang, Warga Minta Jalan dan Jembatan Segera Diperbaiki

Bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus berdatangan. Namun, di tengah upaya pemulihan, warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan normal.

ACEH,mimbarnasional – Bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus berdatangan. Namun, di tengah upaya pemulihan, warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak agar aktivitas ekonomi bisa kembali berjalan normal.

Harapan itu disampaikan sejumlah warga yang ditemui di Pasar Kuala Simpang, Jumat (19/12/2025).

Bacaan Lainnya

Seorang pedagang mengaku bersyukur listrik dan jaringan komunikasi mulai kembali normal, tetapi kondisi akses jalan masih menjadi persoalan utama.

“Terima kasih listrik sudah nyala, jaringan juga sudah pula sepertinya. Sekarang jalan dan jembatan, jalan kampung dan pasar-pasar kami,” ujarnya.

Warga lain bernama Al menambahkan, kebutuhan korban banjir masih cukup banyak. Selain infrastruktur, persoalan rumah juga belum sepenuhnya tertangani.

“Kami juga butuh banyak, rumah saja belum terurus,” katanya.

Meski demikian, denyut ekonomi di Pasar Kuala Simpang mulai terlihat. Aktivitas jual beli perlahan menggeliat, walaupun lumpur sisa banjir masih tampak di sejumlah titik. Di sebuah pertigaan pasar, seorang ibu muda terlihat menjajakan air tebu. Ampas tebu menggunung di samping lapaknya, menandakan dagangannya cukup laris.

Sejumlah warga tampak keluar dari pengungsian dan rumah masing-masing, sekadar berbelanja kebutuhan harian atau melihat kondisi kota kecil mereka yang terdampak banjir. Keletihan dan kejenuhan terlihat jelas di wajah warga, namun aktivitas di luar rumah menjadi cara untuk kembali bangkit.

Sementara itu, pemerintah mulai memikirkan langkah pemulihan jangka menengah hingga panjang. Kepala BP BUMN bersama rombongan meninjau sejumlah lokasi yang direncanakan sebagai hunian sementara (huntara). Bupati Aceh Tamiang mengusulkan agar huntara dibangun di lahan milik BUMN.

Di tengah padatnya lalu lintas warga, alat berat masih bekerja membersihkan lumpur di jalan-jalan utama. Sejumlah pekerja di lapangan menyebutkan, proses pembersihan membutuhkan tambahan alat berat, mobil pemadam kebakaran untuk menyemprot lumpur, serta mesin pengering untuk membantu warga menyelamatkan perkakas rumah tangga yang terendam banjir.(*)

Pos terkait