Polda Sumbar Bantu Keluarga Desi Erianti yang Meninggal Dunia, Dirreskrimsus: Ini Bentuk Kepedulian Polri

Foto : Kombes Pol Andry Kurniawan menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada keluarha almarhum Desi

PADANG,mimbarnasional – Polda Sumatera Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang tengah berduka. Melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Polda Sumbar menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga almarhumah Desi Erianti (44), warga Kota Padang yang meninggal dunia akibat sesak napas.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan di rumah duka di Jalan Pilakut, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Padang, pada Kamis (17/7/2025).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Andry menyerahkan bantuan uang pendidikan untuk anak almarhumah serta paket sembako berupa beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79.

“Bantuan ini sebagai wujud kepedulian kami, untuk sedikit meringankan beban keluarga. Almarhumah meninggalkan seorang anak yang masih kecil dan masih duduk di bangku sekolah,” ujar Kombes Andry di lokasi.

Ia mengaku bantuan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, namun baru bisa terlaksana karena kesibukan dinas.

“Dari sisi kemanusiaan, kita sangat berempati. Kita doakan almarhumah husnul khotimah, dan semoga keluarga diberi ketabahan,” lanjutnya.

Respons Haru dari Keluarga

Keluarga almarhumah menyambut kedatangan Kombes Andry dengan haru. Suyudi, adik Desi Erianti, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan Polda Sumbar.

“Kami benar-benar tidak menyangka. Bantuan ini sangat berarti. Kehadiran Bapak Andry sedikit banyak mengobati luka kami,” kata Yudi, yang juga dikenal sebagai jurnalis di salah satu media di Padang.

“Semoga bantuan ini bisa membantu anak dan suami almarhumah yang ditinggalkan,” tambahnya.

Kronologi Meninggalnya Desi Erianti

Desi Erianti meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 31 Juni 2025. Saat itu, keluarga membawa Desi ke IGD RSUD dr. Rasidin karena mengalami sesak napas. Meski sudah mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS), pihak rumah sakit menilai kondisinya belum darurat dan menyarankan berobat ke Puskesmas.

Tak puas dengan penilaian tersebut, keluarga membawa pulang Desi. Namun, sesaknya tidak membaik dan akhirnya Desi dilarikan ke RS Siti Rahmah. Sayangnya, Desi menghembuskan napas terakhir sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.

“RSUD menolak dengan alasan tidak darurat. Padahal saat itu kakak saya sudah tidak bisa berjalan dan sangat sesak napas,” kata Yudi.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam dan menjadi pengingat pentingnya pelayanan medis yang tanggap terhadap kondisi darurat.(ij)

Pos terkait