PADANG PARIAMAN,mimbarnasional – Atlet panjat tebing berusia 14 tahun, Rimba Langit, mencuri perhatian di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat 2026. Siswa kelas IX SMPN Unggul Dharmasraya itu berhasil membawa pulang empat medali saat berlaga membela kontingen Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 7–14 Oktober 2026 tersebut, Rimba meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu dari sejumlah nomor pertandingan panjat tebing.
Prestasi itu terbilang menonjol karena Rimba masih berusia 14 tahun. Ia bahkan mampu bersaing dengan atlet-atlet yang turun di kelompok usia lebih tinggi, termasuk menghadapi pemanjat yang lebih berpengalaman.
Rimba meraih medali perak pada nomor speed klasik putra U-15, lead putra U-17, dan boulder putra U-19. Sementara itu, satu medali perunggu diraihnya pada nomor lead U-15.
Penampilan Rimba di nomor speed klasik U-15 menjadi salah satu sorotan. Ia mencatatkan waktu delapan detik pada babak semifinal, mengungguli sejumlah pesaingnya dalam menuntaskan jalur pemanjatan.
Namun, langkahnya untuk meraih emas terhenti pada babak final. Rimba dinyatakan melakukan false start atau memulai pemanjatan sebelum tanda start diberikan. Akibatnya, juri menghentikan pemanjatannya dan kemenangan diberikan kepada lawannya dari kontingen Padang Pariaman.
Insiden tersebut terjadi ketika Rimba menggeser posisi kaki untuk mendapatkan pijakan yang nyaman sebelum memulai pemanjatan. Gerakan refleks itu dinilai sebagai start terlalu dini oleh perangkat pertandingan.
Meski gagal meraih emas di nomor tersebut, Rimba tetap menunjukkan kemampuan ketika menghadapi atlet yang lebih tua. Ia naik podium di nomor lead U-17 dan boulder U-19, dua kelompok usia di atas kategori usianya.
Bawa Mentawai Pecah Telur
Keberhasilan Rimba turut mengantarkan kontingen Kepulauan Mentawai mencatatkan sejarah di cabang olahraga panjat tebing Porprov Sumbar. Untuk pertama kalinya sejak mengikuti ajang tersebut, Mentawai berhasil membawa pulang medali dari cabang olahraga ini.
Secara keseluruhan, kontingen Mentawai meraih enam medali panjat tebing. Empat di antaranya disumbangkan Rimba, sedangkan dua medali perunggu lainnya diraih atlet binaan klub yang sama.
Rimba tampil membela Mentawai setelah dipindahkan dari Dharmasraya. Menurut keterangan dalam bahan yang diterima, keputusan itu diambil karena Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Dharmasraya sebelumnya tidak merencanakan keikutsertaan dalam Porprov 2026.
Pelatih Rimba, Mardi Rosa Tanjung, kemudian memindahkannya ke kontingen Mentawai agar tetap bisa berkompetisi.
Pembina FPTI Pengcab Kepulauan Mentawai, AKP Sonny A. Sumatupang, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia berharap prestasi Rimba dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Mentawai untuk mengembangkan kemampuan dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Sonny, yang juga menjabat sebagai Pasintel Satbrimob Polda Sumbar, mengatakan pihaknya berkomitmen melanjutkan pembinaan atlet panjat tebing di Mentawai.
Ia juga menyiapkan program pemusatan latihan bagi Rimba sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) panjat tebing pada November mendatang di Jawa Barat. Program latihan jangka panjang juga direncanakan untuk mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat.
Dukungan Sekolah dan Klub
Perjalanan Rimba meraih prestasi tidak lepas dari dukungan keluarga, sekolah, dan klub tempatnya berlatih.
Pihak SMPN Unggul Dharmasraya memberikan ruang bagi Rimba untuk mengikuti latihan dan kompetisi. Guru olahraga, kepala sekolah, serta wali kelasnya turut mendukung persiapan atlet muda tersebut, termasuk memberikan kelonggaran dalam penyelesaian tugas sekolah ketika jadwal latihan berbenturan dengan kegiatan akademik.
Dukungan itu mendapat apresiasi dari orang tua Rimba yang merasa terbantu dengan kebijakan sekolah dalam mendukung prestasi anak di luar bidang akademik.
Pembina klub panjat tebing Padang Climber, AKBP Kartiyana, juga menyampaikan apresiasi atas capaian Rimba. Ia berharap prestasi tersebut dapat menginspirasi pelajar lain untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, termasuk olahraga.
Dengan raihan empat medali di Porprov Sumbar 2026, Rimba kini menjadi salah satu atlet muda yang patut diperhitungkan dalam pembinaan panjat tebing Sumatra Barat. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi performa dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional.(*)







