PADANG,mimbarnasional – Ketua Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Adrian Tuswandi, menegaskan organisasinya kini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para pemimpin redaksi, tetapi telah berkembang menjadi identitas kolektif media di Sumatera Barat.
Pernyataan itu disampaikan Adrian dalam pelantikan pengurus JPS periode 2025–2028 yang dirangkaikan dengan penyerahan Medal of Honor Bakti untuk Negeri di Suasso Restoran, kawasan GOR H. Agus Salim, Padang, Kamis (2/4/2026).
“Ini bagian dari identitas kita. Media yang tergabung di JPS memiliki kelebihan, satu berita di Padang bisa dibaca oleh semua, karena kita saling bersinergi,” ujar Adrian.
Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 20 hingga 35 media yang tergabung dan aktif dalam JPS. Menurutnya, kekuatan utama organisasi terletak pada kolaborasi dalam mendistribusikan informasi.
Adrian, yang akrab disapa Toaik, juga menyinggung perjalanan kepemimpinan JPS yang kini memasuki periode ketiga, mulai dari Eri Sugiarto, kemudian dirinya, hingga kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut.
“Saya bismillah kembali memimpin. Ini amanah yang harus dijaga bersama,” katanya.
Pada periode sebelumnya, Adrian dinilai mampu menjaga soliditas organisasi serta mendorong profesionalisme para pemimpin redaksi. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab.
Ke depan, ia berkomitmen memperkuat sinergi antaranggota, menjaga independensi pers, serta meningkatkan kualitas jurnalisme di Sumatera Barat.
“Kelebihan kita cuma satu, ketika ada berita, kita merilis secara bersahabat. Tapi kontrol media tetap dipertahankan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, JPS juga menyerahkan penghargaan Medal of Honor Bakti untuk Negeri kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai berkontribusi besar, terutama dalam penanganan bencana.
“Kami melakukan tracking dan analisa, dan terpilih enam tokoh serta enam lembaga,” kata Adrian.
Melalui pelantikan dan pemberian penghargaan tersebut, JPS berharap dapat terus memperkuat peran media dalam mendorong kolaborasi, kepedulian sosial, serta mendukung pembangunan daerah dan isu kemanusiaan.(*)







