PADANG,mimbarnasional – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menggelar simulasi penanggulangan keadaan darurat level 1 di Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Kota Padang, Selasa (12/11/2025).
Simulasi ini mengangkat skenario gempa bumi, kebakaran tangki, serta evakuasi medis yang dikendalikan secara terpadu dari Incident Command Center (ICC) Regional di Medan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan Emergency Response untuk memastikan kesiapsiagaan dan ketangguhan sistem Pertamina Patra Niaga dalam menghadapi potensi keadaan darurat di fasilitas operasional.
Dalam pelaksanaannya, struktur komando darurat diaktifkan penuh. Koordinasi dilakukan antara Site Emergency Response Team (SERT) di lapangan dan Incident Management Team (IMT) di tingkat regional yang dipimpin langsung oleh Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sebagai Business Support Team (BST) Leader.
Group Head Operation (GHO) juga terlibat dalam pengendalian strategis dan pemantauan situasi secara menyeluruh.
Simulasi dimulai dengan skenario gempa berkekuatan 6,5 SR yang memicu penghentian operasi dan evakuasi pekerja. Kondisi kemudian berkembang dengan adanya kebocoran minyak, potensi tsunami, hingga kebakaran pada salah satu tangki penyimpanan BBM.
Melalui koordinasi lintas fungsi dan dukungan cepat dari Tim PKD Regional Sumbagut, seluruh situasi berhasil dikendalikan hingga dinyatakan All Clear.
“Kesiapsiagaan adalah bagian dari budaya kerja di Pertamina. Melalui simulasi ini, kami memastikan seluruh fasilitas, peralatan, dan personel memiliki kemampuan tanggap darurat yang mumpuni serta koordinasi yang solid, baik di lapangan maupun di pusat komando,” ujar Basuki Santoso, Group Head Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
Basuki menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh pekerja agar selalu siap menghadapi potensi risiko di lingkungan kerja.
“Tidak ada kompromi terhadap aspek HSSE. Kami ingin memastikan setiap langkah mulai dari pencegahan hingga pemulihan dilakukan secara profesional dan berorientasi pada perlindungan manusia, lingkungan, aset, serta reputasi perusahaan,” tambahnya.
Simulasi ini turut melibatkan sejumlah instansi eksternal seperti BPBD, Koramil, Polsek Bungus, PAM Obvit Polda Sumbar, Puskesmas Bungus, Polairud, RS Hermina, Damkar Kota Padang, serta stakeholder Teluk Kabung.
Keterlibatan lintas sektor ini menjadi bukti sinergi kuat dalam sistem tanggap darurat terpadu.
Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya terhadap penerapan budaya HSSE Golden Rules Patuh, Intervensi, dan Peduli sebagai pondasi utama menjaga keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan di seluruh wilayah operasional.(ij)







