PADANG,mimbarnasional – Transportasi publik di Sumatera Barat kini semakin maju dan terintegrasi. Salah satu buktinya terlihat dari peran Stasiun Padang, yang tak hanya menjadi simpul utama perjalanan masyarakat, tetapi juga ikon transportasi modern yang ramah lingkungan dan inklusif.
Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Reza Shahab, menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga layanan utama angkutan penumpang di wilayah operasional Divre II, yakni KA Minangkabau Ekspres, KA Lembah Anai, dan KA Pariaman Ekspres.
Dua di antaranya Minangkabau Ekspres dan Pariaman Ekspres beroperasi melalui Stasiun Padang (Simpang Haru), yang menjadi pusat kegiatan transportasi di Sumatera Barat.
“Stasiun Padang bukan sekadar gerbang utama perkeretaapian, tetapi telah tumbuh menjadi ikon transportasi yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Reza, Senin (13/10/2025).
Di tengah tuntutan era keberlanjutan, Stasiun Padang dirancang agar mampu memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan setara bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas dan lansia.
“Kami berupaya menjadikan Stasiun Padang sebagai rumah kedua bagi masyarakat. Seluruh elemen, mulai dari aksesibilitas hingga pelayanan, kami rancang agar setiap individu dapat menikmati perjalanan yang optimal,” tambahnya.
Selain menjadi pusat konektivitas, Stasiun Padang juga memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata regional. Melalui layanan KA Minangkabau Ekspres, masyarakat bisa langsung menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan waktu tempuh yang efisien. Kereta ini beroperasi 12 kali per hari dengan total kapasitas 2.400 tempat duduk.
Sementara itu, KA Pariaman Ekspres menjadi penghubung vital antara Kota Padang dan Kota Pariaman, dengan 10 perjalanan setiap hari dan kapasitas 4.240 tempat duduk. Jalur ini melewati deretan stasiun di pesisir barat yang menjadi magnet bagi wisatawan.
Hingga Triwulan III Tahun 2025, Stasiun Padang mencatat volume keberangkatan tertinggi di wilayah Sumbar, mencapai 392.848 penumpang. Angka ini menunjukkan kontribusi besar KAI dalam meningkatkan aksesibilitas dan pertumbuhan wisata daerah.
Tak hanya fokus pada layanan, KAI Divre II Sumbar juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Stasiun Padang kini menjadi stasiun percontohan energi hijau di Sumatera Barat melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 40,7 kWp yang beroperasi sejak Desember 2024.
“Penerapan PLTS di Stasiun Padang merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam mengurangi jejak karbon. Energi bersih yang dihasilkan setara dengan menanam ratusan pohon, sekaligus menekan emisi karbon dioksida secara signifikan setiap tahunnya,” jelas Reza.
Langkah ini sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung PT KAI (Persero) di seluruh wilayah operasionalnya.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Stasiun Padang kini tak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan kereta, tetapi juga menjadi simbol kemajuan transportasi publik di Ranah Minang.
“Melalui dukungan masyarakat dan komitmen berkelanjutan dari KAI Divre II Sumbar, Stasiun Padang terus bertransformasi menjadi model transportasi modern yang efisien, hijau, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutup Reza.(ij)







