Tokoh Payakumbuh Minta Supardi Maju Walikota Jalur Independen

Ketua DPRD Sumbar Supardi. (foto/dok/hms)

PAYAKUMBUH, mimbarnasional.com — Sejumlah tokoh Payakumbuh menginginkan Supardi maju sebagai Walikota Payakumbuh melalui jalur independen, bukan dari partai politik. Suara ini didengungkan karena berbagai pertimbangan.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh, H. Esa Muhardanil menyebut jalur independen akan lebih menguntungkan bagi Supardi karena biaya politik yang dikeluarkan akan lebih sedikit.

Bacaan Lainnya

“Maju sebagai Walikota Payakumbuh, menurut perhitungan saya biaya yang dikeluarkan lebih sedikit. Bukan rahasia umum lagi, untuk mendapatkan partai pengusung, biayanya akan jauh lebih besar, karena parpol pasti akan ada transaksional,” kata Haji Esa.

Untuk jalur independen di Kota Payakumbuh, bakal paslon harus mengantongi 10.247 dukungan yang tersebar minimal di 3 kecamatan. Dukungan tersebut berupa fotokopi KTP dan pengisian form dukungan.

“Saya yakin, Bagi Supardi, mengumpulkan KTP 10 ribu lebih itu bisa dilakukan dengan mudah, karena dukungan masyarakat Payakumbuh saya lihat sangat besar, ini langkah yang logis,” tutur Haji Esa yang juga Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Payakumbuh ini.

Lain lagi yang dijelaskan seniman Payakumbuh, Iyut Fitra. Menurutnya, jalur independen membuat langkah Supardi lebih fleksibel, karena tidak terbentur dengan kepentingan partai politik pengusung.

“Bagi saya pribadi dan saya yakin sebagian seniman Payakumbuh, majunya Supardi sebagai Walikota menjadi angin segar perkembangan seni dan budaya, apalagi jika nanti maju dari jalur independen, indepedensi seniman dan budayawan pun dalam mendukung Supardi akan berada di sana, ketimbang partai politik, mungkin saja seniman ini akan terpecah jika Supardi maju diusung oleh partai,” jelas Iyut Fitra.

Bagi Iyut Fitra, Supardi adalah sosok yang sangat peduli dengan perkembangan seni dan budaya di Payakumbuh. Bahkan sejak dulu, perkembangan seni di Payakumbuh tidak bisa dipisahkan dari sosok Supardi.

“Jauh sebelum menjadi Ketua DPRD, Supardi sudah banyak berbuat untuk kemajuan seni dan budaya di Payakumbuh. Saya menghargai konsistensi dan komitmen Supardi dalam berkesenian, terhadap seni itu, beliau tidak pernah meminta tetapi selalu memberi, Supardi bukan basa basi,” jelas pendiri Komunitas Seni Intro ini.

Sementara itu, tokoh UMKM Oldi Putra juga mengapresiasi kehadiran Supardi dalam perebutan kursi Walikota Payakumbuh. Sosok Supardi, katanya, adalah sosok yang dikenal luas dalam membina UMKM di Kota Payakumbuh.

Dia juga berharap, Supardi bisa maju melalui jalur non partai, karena Supardi adalah figur yang bisa diterima oleh berbagai kalangan.

“Ketua Supardi jika melalui jalur independen akan lebih mudah masuk ke kantong kantong pemilih, ketimbang diusung partai politik. Apalagi, ketua ini mudah diterima berbagai kalangan, kalau melalui partai tentu ada masyarakat yang cendrung suka atau tidak suka dengan parpol tertentu,” kata Oldi, pemilik brand Rendang Jagung Makranin ini.

Oldi juga menyinggung tentang besarnya biaya politik yang harus dikeluarkan jika maju dari partai politik.

“Kita sama kita sudah tahu lah ya, kalau partai politik pasti bicara uang, ada baiknya melalui jalur independen, uang tidak keluar banyak, dan massa pendukung sudah jelas. Dengan figur Supardi selama ini, mencari dukungan 10 ribu tidak akan sulit, sayapun siap mensupport,” jelas Oldi.

Ketika dikonfirmasi kepada Supardi, dia belum mau berkomentar banyak. Supardi menyebut segala alternatif akan menjadi pertimbangan.

“Memang banyak yang menyarankan ke jalur independen, tetapi saya belum bisa menjawab, segala kemungkinan tentu ada, yang pasti komunikasi dengan siapapun terus dilakukan, kita lihat saja nanti,” tutup Supardi. (mn/*/ton)

Pos terkait